WWW.PASJABAR.COM — Jose Mourinho secara tegas membela martabat klubnya, dengan menyatakan bahwa Benfica merupakan tim yang sangat menghormati nilai-nilai keberagaman manusia, dan menentang rasisme.
“Klub ini, hal terakhir yang bisa dikatakan tentangnya adalah rasis,” ujar Jose Mourinho saat melakukan wawancara dengan Amazon Prime.
Jose Mourinho mengingatkan publik bahwa legenda terbesar Benfica yaitu Eusebio, merupakan seorang pria kulit hitam yang sangat dihormati semua orang.
Namun Jose Mourinho juga memberikan kritik pedas kepada Vinicius Junior dengan menyebut bahwa insiden serupa selalu terjadi di setiap stadion saat Vinicius bermain.
“Ada yang salah karena hal ini terjadi di setiap stadion, di stadion mana pun Vinicius bermain selalu ada sesuatu.”
Kritik Jose Mourinho Terkait Selebrasi Provokatif Pemicu Rasisme, Serta Pembelaan Tegas dari Alvaro Arbeloa Terhadap Vinicius Junior
Jose Mourinho menyarankan agar pemain bintang tersebut cukup merayakan gol dengan cara yang menghormati tanpa perlu memicu kemarahan penonton.
“Ketika Anda mencetak gol seperti itu, Anda merayakannya dengan cara yang menghormati,” cetus Jose Mourinho kepada media yang meliput.
Di sisi lain pelatih Alvaro Arbeloa memberikan pembelaan dengan menekankan pentingnya perjuangan melawan segala bentuk sikap rasisme di lapangan.
“Tentu saja kita harus melawan sikap seperti ini, jika kita tidak saling menghormati maka itu adalah sebuah masalah besar.”
Alvaro Arbeloa menilai bahwa semua orang yang menyaksikan pertandingan tersebut sudah bisa melihat dengan jelas apa yang sebenarnya telah terjadi.
Mentalitas Baja Vinicius Junior Menurut Trent Alexander-Arnold Serta Harapan Akan Adanya Keadilan dalam Proses Penyelidikan Otoritas Liga Champions
Bek Real Madrid Trent Alexander-Arnold turut memberikan dukungan moral, dengan memuji kekuatan mental yang dimiliki oleh rekan setimnya tersebut.
“Saya pikir dia ingin terus bermain, dia memiliki mental yang sangat kuat dan telah mengalami hal ini beberapa kali.”
Trent Alexander-Arnold menambahkan bahwa skuad Los Blancos sudah terbiasa menghadapi lingkungan pertandingan yang sangat hostil saat bermain di tandang.
“Semoga ada keadilan dalam apa pun yang terjadi,” pungkas Trent Alexander-Arnold menutup sesi wawancara setelah laga yang penuh drama.
Kini seluruh pihak menunggu hasil investigasi resmi untuk memastikan apakah terdapat sanksi tegas bagi pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.







