LONDON, WWW.PASJABAR.COM — Kemenangan telak 4-1 Arsenal atas Tottenham Hotspur pada pekan ke-27 Liga Inggris 2025/2026 tidak hanya memperkokoh posisi The Gunners di puncak klasemen, tetapi juga melahirkan sejarah baru. Eberechi Eze, gelandang serang internasional Inggris, tampil luar biasa dengan mencetak dua gol yang membuatnya sejajar dengan para legenda klub.
Penampilan klinis ini sekaligus membuktikan bahwa Arsenal memiliki “senjata mematikan” baru dalam persaingan merebut gelar juara musim ini.
Eberechi Eze Samai Rekor Legendaris Thierry Henry dan Van Persie
Dua gol yang dilesakkan Eze ke gawang Tottenham di hadapan publik lawan membuatnya mencatatkan rekor fantastis.
Menurut data statistik Opta, Eze kini telah menyamai torehan gol dua mantan penyerang ikonik Arsenal, Thierry Henry dan Robin van Persie, dalam sejarah Derbi London Utara.
Kehebatan Eze melawan Spurs sebenarnya sudah terlihat sejak awal musim saat ia mencetak hat-trick di Emirates Stadium.
Kini, Eze secara total telah mengoleksi lima gol hanya dari dua pertemuan melawan Tottenham dalam satu musim yang sama.
Ia hanya membutuhkan dua gol tambahan untuk menyamai rekor tujuh gol milik Robert Pires dalam derbi ini.
Pencapaian ini terasa semakin istimewa karena Eze sempat mengalami masa-masa sulit akibat cedera dan jarang bermain penuh 90 menit sejak akhir November lalu.
Kembalinya ketajaman Eze menjadi sinyal bahaya bagi tim-tim besar lainnya di Premier League.
Sinergi Eberechi Eze dan Viktor Gyokeres di Lini Depan
Kemenangan dominan Arsenal di Stadion Tottenham tidak lepas dari kerja sama apik antara Eze dan Viktor Gyokeres.
Penyerang asal Swedia tersebut juga menyumbangkan dua gol dalam laga ini. Dalam wawancaranya pasca-pertandingan, Eze memberikan pujian setinggi langit kepada rekan setimnya itu.
Menurut Eze, keberadaan Gyokeres memudahkannya untuk menemukan ruang kosong di lini pertahanan lawan.
“Viktor memberikan kontribusi besar, bukan hanya melalui gol, tetapi juga usahanya dalam menempatkan pemain seperti saya dalam posisi yang menguntungkan,” ujar Eze kepada Sky Sports.
Kemitraan keduanya terbukti menjadi pembeda setelah sebelumnya Arsenal sempat meraih hasil imbang yang mengecewakan melawan Wolves.
Mikel Arteta kini memiliki duet lini depan yang sangat dinamis untuk mempertahankan keunggulan lima poin dari kejaran Manchester City.
Kekalahan Memalukan dan Nasib Buruk Igor Tudor
Di sisi lain, Tottenham Hotspur harus menelan pil pahit dalam debut kepelatihan interim Igor Tudor.
Menggantikan manajer sebelumnya dengan harapan ada perubahan instan, Tudor justru harus menyaksikan timnya hancur di tangan rival sekota.
BBC melaporkan bahwa skor 1-4 ini merupakan kemenangan tandang terbesar Arsenal atas Spurs di liga sejak Desember 1978.
Bek Spurs, Micky van de Ven, mengakui secara jantan bahwa Arsenal adalah tim yang jauh lebih baik dalam pertandingan tersebut.
Ia menyoroti kegagalan sistem pressing tinggi yang diterapkan Spurs, yang justru menjadi bumerang ketika para pemain Arsenal berhasil keluar dari tekanan.
Strategi man-to-man yang berisiko tinggi membuat lini belakang Spurs terbuka lebar dan mudah dieksploitasi oleh kecepatan para pemain sayap Arsenal.
Ancaman Degradasi di Depan Mata Tottenham
Kekalahan memalukan ini tidak hanya merusak gengsi, tetapi juga menempatkan Tottenham dalam situasi yang sangat berbahaya di papan klasemen.
The Lilywhites kini terpuruk di peringkat ke-16, hanya terpaut empat poin dari West Ham United yang berada di zona degradasi (posisi ke-18).
Dengan hanya mengantongi tujuh kemenangan dari 27 pertandingan, Spurs sedang menghadapi salah satu krisis terburuk dalam sejarah modern klub.
Langkah selanjutnya bagi kedua tim akan sangat menentukan. Arsenal dijadwalkan menghadapi Chelsea dalam derbi London lainnya minggu depan untuk mempertahankan posisi puncak.
Sementara itu, Tottenham harus segera bangkit saat melawan Fulham jika tidak ingin semakin tenggelam ke zona merah.
Igor Tudor memiliki waktu satu minggu untuk membenahi mentalitas timnya sebelum “api” degradasi benar-benar membakar klub London Utara tersebut.







