ROMA, WWW.PASJABAR.COM — AS Roma terus menunjukkan performa impresif dalam perburuan tiket Liga Champions musim depan. Bertanding di Stadion Olimpico pada Senin (23/2/2026) dini hari WIB, AS Roma sukses mengamankan kemenangan meyakinkan 3-0 atas tim tamu, Cremonese.
Meskipun sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan di babak pertama, Roma tampil klinis selepas jeda.
Hasil ini memiliki arti penting bagi posisi mereka di klasemen sementara Serie A, di mana Roma kini berhasil menyamai poin Napoli di peringkat ketiga.
AS Roma Vs Cremonese: Kebuntuan di Babak Pertama dan Drama Mistar Gawang
Paruh pertama pertandingan berjalan cukup alot bagi armada asuhan pelatih Roma. Cremonese yang datang dengan misi mencuri poin di ibu kota tampil sangat disiplin dengan menumpuk pemain di lini belakang.
Roma sebenarnya memiliki peluang emas pada menit ke-35 melalui skema serangan sayap. Bryan Zaragoza melepaskan umpan silang akurat yang disambut sundulan tajam Gianluca Mancini.
Keberuntungan belum memihak tuan rumah saat bola hasil sundulan Mancini hanya menghantam mistar gawang yang dikawal Emil Audero.
Bola muntah sempat coba disambar oleh Lorenzo Pellegri melalui tendangan akrobatik, namun barisan pertahanan Cremonese masih sigap melakukan blok.
Skor kacamata bertahan hingga turun minum, memaksa Roma untuk melakukan penyesuaian strategi di ruang ganti.
Dominasi Bola Mati: Cristante dan Ndicka Beraksi
Memasuki babak kedua, Roma meningkatkan intensitas serangan. Inisiatif serangan seringkali dimulai dari pergerakan Donyell Malen di sisi sayap. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-59 melalui situasi bola mati.
Lorenzo Pellegrini mengirimkan sepak pojok melengkung yang disambut dengan sundulan bertenaga oleh Bryan Cristante. Gol ini mengubah alur pertandingan menjadi lebih terbuka bagi tuan rumah.
Roma yang semakin percaya diri terus menggempur pertahanan lawan. Strategi bola mati kembali terbukti ampuh pada menit ke-77.
Berawal dari sepak pojok serupa, Cristante kali ini berperan sebagai pemberi assist unik dengan membelokkan bola menggunakan tumitnya.
Evan Ndicka yang berdiri di posisi tepat langsung menyambar bola untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Ketangguhan Audero di bawah mistar Cremonese akhirnya runtuh oleh efektivitas skema bola mati Roma.
Ancaman Vardy dan Gol Penutup Niccolo Pisilli
Cremonese bukan tanpa perlawanan. Mereka hampir memperkecil ketertinggalan pada menit ke-82 saat penyerang veteran, Jamie Vardy, lolos dari jebakan offside.
Namun, kiper Roma Mile Svilar tampil sigap keluar dari sarangnya untuk mengamankan bola. Tekanan Cremonese berlanjut lewat sundulan Morten Thorsby yang masih melebar tipis dari sasaran.
Kemenangan Roma akhirnya dipastikan oleh gol pemain pengganti, Niccolo Pisilli, pada menit ke-86.
Memanfaatkan kemelut akibat bola liar di dalam kotak penalti, Pisilli melepaskan tembakan mendatar yang mengarah ke pojok bawah gawang tanpa bisa dijangkau oleh Audero.
Skor 3-0 menjadi hasil akhir yang memuaskan bagi publik Olimpico, sekaligus menegaskan dominasi Roma atas tim-tim papan bawah.
Implikasi Klasemen: Roma Menyamai Poin Napoli
Tambahan tiga poin dari laga ini membawa dampak besar bagi persaingan zona Liga Champions. AS Roma kini mengoleksi 50 poin, jumlah yang identik dengan raihan Napoli yang menduduki peringkat ketiga klasemen Serie A.
Persaingan antara dua tim Italia Selatan dan Ibu Kota ini diprediksi akan menjadi salah satu sorotan utama hingga akhir musim.
Di sisi lain, kekalahan ini membuat Cremonese masih tertahan di urutan ke-16 dengan 24 poin, hanya terpaut beberapa angka dari zona degradasi.
Bagi Roma, performa kolektif yang ditunjukkan oleh Bryan Cristante dkk menjadi modal berharga sebelum mereka menghadapi jadwal padat di kompetisi domestik maupun Eropa mendatang.







