CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

10 Tahun di Rumah Bekas Sampah, Siti Ingin Lebaran Tanpa Malu

Fal Ulul Ilmi
26 Februari 2026
rumah

Di Kampung Palasari, Kabupaten Bandung, pasangan lansia Siti Asiyah dan Dana Darsono telah sepuluh tahun tinggal di bangunan rumah bekas sampah. (foto: fal/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

WWW.PASJABAR.COM – Ironis di wilayah yang berdampingan dengan ibu kota Jawa Barat, Kota Bandung, masih ada warga yang bertahan hidup di rumah yang dibangun dari sampah.

Di Kampung Palasari, Desa Sukasari, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pasangan lansia Siti Asiyah dan Dana Darsono sudah sepuluh tahun tinggal di bangunan yang lebih mirip kandang ayam.

Rumah itu berdiri di pinggir sungai, di bawah pohon besar yang sedikit menahan terjangan angin. Bangunan tersebut dikelilingi rumput liar yang tingginya hampir menutupi dinding rapuhnya. Dinding rumah tak utuh.

Angin bebas masuk tanpa halangan. Atapnya bocor di berbagai sisi. Tak ada lantai, hanya tanah biasa yang menjadi pijakan sehari-hari.

“Kalau hujan ya kehujanan, apalagi banyak yang bolong-bolong begini. Nyamuk, angin, apalagi kalau keluar rumah wah beceknya luar biasa, sandal penuh lumpur,” kata Siti dengan lirih, Rabu (26/2/2026).

Untuk menutupi celah-celah dinding, mereka mengumpulkan apa saja yang dibuang orang, mulai dari spanduk bekas, kayu sisa, hingga papan tak terpakai. Apa pun yang bisa dipasang untuk menahan angin dan hujan akan dijadikan dinding.

“Kalau ada kain yang dibuang suka diminta ke yang buangnya, dibawa ke sini buat nutupin dinding-dinding. Ada kasur lantai juga yang dibuang, ya Ibu ambil saja. Banyak, Pak, kalau ada di tempat sampah. Kalau dibolehkan ya Ibu ambil. Kalau ada orang bongkar rumah, yang enggak kepakai dikasihkan ke Ibu,” papar Siti.

Bangunan dari Tumpukan Barang Bekas

Di dalam rumah, tumpukan barang bekas menjadi bagian dari bangunan itu sendiri. Tak ada pintu yang benar-benar bisa dikunci. Rasa aman nyaris tak pernah ada. Kondisi rumah ini bahkan dinilai tak lebih baik dari kandang ayam.

Saat hujan turun, air masuk tanpa ampun. Ketika salat, mereka kerap kehujanan hingga sajadah basah. Tempat tidur pun ikut tergenang. Untuk bisa tidur, mereka mencari sudut yang paling sedikit terkena air. Berpindah dari satu sisi ke sisi lain mencari tempat yang tidak basah. Namun sering kali, seluruh bagian tetap lembap dan dingin.

“Air hujan juga suka jatuh ke tempat tidur, jadi basah. Untuk bisa tidur kadang-kadang cari yang tidak kehujanan,” tutur Siti.

Untuk memasak, mereka menggunakan kayu bakar dan apa saja yang bisa terbakar. Asap mengepul di dalam rumah yang setengah terbuka. Di atas tanah, di antara dinding dari sampah dan tiang rapuh, mereka menyambung hidup.

Rumah yang berada di pinggir sungai itu juga kerap dimasuki ular. Siti mengaku beberapa kali ular berada di atas tempat tidurnya. Rasa takut menjadi bagian dari kehidupan setiap malam.

“Ular pernah ada satu di kasur, di tumpukan selimut. Pas waktu di kamar mandi juga ada satu. Alhamdulillah tidak mengganggu,” pungkasnya.

Keinginan Terdalam Berkumpul dengan Keluarga

Pasangan ini memiliki lima anak yang sudah dewasa. Setiap Lebaran, ada keinginan mendalam untuk berkumpul bersama anak-anaknya. Namun setiap Lebaran pula, yang hadir justru rasa sedih. Siti tak kuasa menahan air mata setiap mengenang momen Idul Fitri maupun Idul Adha.

“Tiap Lebaran Ibu ingin sekali kumpul sama anak-anak di sini, tapi Ibu malu rumah begini. Kalau sudah bagus insya Allah anak-anak diajak ke sini. Selama 10 tahun belum pernah diajak ke sini, takutnya mereka malu. Kalau Ibu mah tidak malu,” jelas Siti sambil terisak.

Tak ada tempat untuk berkumpul. Tak ada ruang untuk menyambut anak dan cucu ketika hari raya tiba. Jika ingin berkumpul, mereka harus pergi ke rumah nenek atau ke rumah saudara lainnya. Mereka khawatir anak-anaknya malu melihat kondisi orang tuanya yang tinggal di tempat mirip tumpukan sampah itu.

“Kalau Lebaran mau kumpul, Ibu saja yang ke rumah nenek. Biasanya ngumpul di sana,” tambahnya.

Setiap kali salat, Siti memanjatkan doa yang sama kepada Allah agar bisa tinggal di rumah yang sedikit lebih layak. Bukan rumah mewah, hanya cukup untuk beribadah dengan tenang dan berkumpul saat hari raya.

Meski hidup dalam keterbatasan, keduanya tetap tegar. Mereka tak pernah menunjukkan diri tak mampu atau mengeluh di depan orang lain. Mereka meyakini rezeki telah memiliki garisnya dari Sang Pencipta.

Untuk menyambung hidup, Dana bekerja sebagai tukang sapu di sebuah perusahaan. Penghasilannya tak seberapa. Namun Ramadhan tetap dijalani dengan sabar dan ikhlas.

Target Rampung Sebelum Lebaran

Kondisi memprihatinkan itu diketahui jajaran Polsek Pameungpeuk saat menjalankan program berbagi di bulan Ramadhan. Anggota Bhabinkamtibmas yang datang memberikan bantuan sembako kemudian melaporkan bahwa rumah tersebut sudah tidak layak huni.

Kapolsek Pameungpeuk, Kompol Asep Dedy, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Baca juga:   Ajak Lansia Tetap Sehat, Pemkot Gelar Pekan Olahraga Lansia

“Awalnya Pak Bhabin mengunjungi rumah Bu Siti untuk memberikan sembako, kemudian melaporkan bahwa ada rumah yang sudah tidak layak dan terbuat dari rongsokan. Tadi kami sudah melakukan pengecekan, rumahnya memang tidak layak dikatakan rumah, bukan juga gubuk karena terbuka dari bekas sampah. Setelah itu kami dan seluruh anggota berkomunikasi lewat WA grup dan bersepakat untuk membantu pembangunan rumah Bu Siti. Itu juga bagian dari program Kapolda Jabar tahun 2026,” kata Asep.

Baca juga:   Jabar Wacanakan Dirikan Pesantren Lansia

Ia menyampaikan pembangunan akan diupayakan secepatnya agar selesai sebelum Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Besok atau lusa kita akan bongkar rumah itu. Sebelum Lebaran sudah jadi dan Bu Siti bisa berkumpul dengan keluarga saat Lebaran,” tambahnya.

Siti tak kuasa menahan tangis saat mendengar kabar tersebut. Doa yang selama ini ia panjatkan di atas tanah basah dan di bawah atap bocor perlahan menemukan jawaban. Ramadhan yang selama ini dipenuhi air hujan dan dinding dari sampah kini berubah menjadi harapan.

Baca juga:   Pemeran Mission: Impossible Tom Cruse Terima BFI Fellowship

Siti berharap Lebaran nanti ia tak perlu lagi menumpang di rumah saudara. Takbir ingin ia dengar bergema di rumahnya sendiri, berkumpul tanpa rasa malu, di rumah yang bukan lagi terbuat dari sampah, melainkan dari kepedulian.

Kapolsek Pameungpeuk juga membuka kesempatan bagi pihak lain yang ingin turut membantu pembangunan rumah tersebut sebagai bagian dari kepedulian di bulan Ramadhan. Sebelumnya, pasangan lansia ini sempat tinggal bersama keluarga.

Namun perasaan malu dan tidak enak hati kerap dirasakan, sehingga keduanya memilih tinggal di bangunan bekas sampah itu. (fal)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Kapolsek Pameungpeuklansiarumah bekas sampah


Related Posts

Lansia Pingsan Saat Dievakuasi dari Lokasi Banjir
HEADLINE

Lansia Pingsan Saat Dievakuasi dari Lokasi Banjir

9 Maret 2025
16 Ribu Jemaah Haji Lansia jadi Perhatian Extra Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat
CAHAYA PASUNDAN

16 Ribu Jemaah Haji Lansia jadi Perhatian Extra Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat

13 Mei 2024
Lansia Tertimbun Reruntuhan Dinding TPT di Cisarua Berhasil Diselamatkan
PASBANDUNG

Lansia Tertimbun Reruntuhan Dinding TPT di Cisarua Berhasil Diselamatkan

3 Maret 2023

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.