BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pemerintah Kota Bandung terus mematangkan rencana pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) di kawasan Sadang Serang. Proyek ini disiapkan sebagai solusi hunian vertikal berbasis kepemilikan bagi masyarakat, khususnya berpenghasilan rendah.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan rusunami tersebut berbeda dengan rumah susun sewa (rusunawa). Skema yang dirancang merupakan kepemilikan satuan rumah susun dengan Hak Guna Bangunan (HGB) selama 30 tahun.
“Rusunami yang ada di Sadang Serang itu, tujuan utamanya adalah memberikan kesempatan ke semua warga untuk memiliki tempat tinggal. Di dalamnya ada aturan HGB selama 30 tahun,” ujar Farhan saat di Pendopo Kota Bandung, Rabu (25/2/2026), dilansir dari bandung.go.id.
Ia menegaskan, konsep ini memberi nilai kepemilikan yang jelas bagi warga, sehingga setelah cicilan lunas, unit dapat dimiliki sesuai ketentuan yang berlaku.
Skema Subsidi dan Perhatian Tata Ruang
Dari sisi pembiayaan, Pemkot Bandung tengah mengupayakan dukungan subsidi agar cicilan tetap terjangkau.
“Harganya akan diupayakan dengan bantuan subsidi keuangan sehingga dengan cicilan kurang sekitar antara Rp1,5 sampai Rp2 juta per bulan. Itu bisa lunas dan dimiliki selama 30 tahun,” jelas Farhan.
Saat ini, progres proyek masih dalam tahap penguatan status lahan serta penyesuaian tata ruang. Perhitungan pembiayaan menunggu finalisasi desain dan skema pendanaan dari pemerintah pusat.
Farhan menyebut, secara teknis desain gedung tidak membutuhkan waktu lama, namun aspek tata ruang menjadi perhatian utama karena Sadang Serang berada di kawasan Bandung Utara yang memiliki ketentuan khusus.
“Kalau mendesain gedung, mungkin dua minggu beres. Tetapi kita harus pastikan semua sesuai aturan,” ujarnya.
Pemkot menargetkan minimal 800 unit hunian dapat dibangun, meski sebelumnya sempat direncanakan 1.000 hingga 1.200 unit.
Program ini merupakan bagian dari kolaborasi dengan pemerintah pusat. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, sebelumnya telah meninjau lokasi dan menjanjikan kejelasan skema program pada akhir Februari 2026. (han)




