CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

REHAT: Menguatkan Keluarga, Cegah Stunting untuk Generasi Emas 2045

Yatti Chahyati
4 Maret 2026
Pencegahan Stunting

Program “Rehat” (Ramadan Sehat), kolaborasi PAS TV bersama Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan (FK Unpas). (Foto : ist Pastv)

Share on FacebookShare on Twitter

# Pencegahan Stunting

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Persoalan stunting bukan sekadar menyangkut tinggi badan anak, melainkan menjadi pertaruhan kualitas generasi masa depan.

Isu ini mengemuka dalam program “Rehat” (Ramadan Sehat), kolaborasi PAS TV bersama Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan (FK Unpas), yang menghadirkan Dr. Alma Lucyati, dr., M.KM., M.Si., MH.Kes., dipandu oleh Sofa Rahmannia, dr., M.Kes.

Dalam pemaparannya, dr. Alma menyoroti ketidaksinkronan antara besarnya anggaran pemerintah dengan capaian penurunan angka stunting di lapangan.

Menurutnya, persoalan ini tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan administratif dan pembagian bantuan semata, melainkan harus menyentuh akar persoalan di tingkat keluarga.

Berdasarkan penelitiannya, kunci utama pencegahan stunting terletak pada penguatan peran keluarga serta pemanfaatan titik-titik kritis (critical point) dalam siklus hidup manusia.

Tiga Masa Sensitif Penentu Kualitas Anak

Ia menjelaskan terdapat tiga masa sensitif yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak, yakni masa remaja putri, masa kehamilan, serta enam bulan pertama setelah kelahiran.

Baca juga:   Bio Farma Berangkatkan 505 Peserta Mudik Gratis ke Jateng dan Jatim, Wali Kota Bandung Beri Apresiasi

Data menunjukkan, sebanyak 40,7 persen bayi yang lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) atau di bawah 2.500 gram telah mengalami stunting sejak awal kehidupan.

“Jangan sampai kita meninggalkan keturunan yang lemah,” tegasnya, mengutip pesan dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa.

Menurutnya, pendidikan ibu dan gaya hidup remaja putri menjadi faktor tidak langsung yang sangat berpengaruh terhadap risiko stunting.

Tren diet ekstrem demi mengejar standar kecantikan hingga menyebabkan anemia, ditambah pernikahan usia dini di bawah 20 tahun, meningkatkan risiko melahirkan anak dengan kondisi kurang gizi.

ASI Eksklusif Turunkan Risiko Secara Signifikan

Meski demikian, penelitian tersebut juga menemukan kabar baik. Angka stunting pada bayi BBLR dapat ditekan drastis dari 40,7 persen menjadi 10,6 persen apabila ibu memberikan ASI eksklusif dan memanfaatkan masa cuti melahirkan secara optimal.

Baca juga:   Kasus Predator Anak, Kemenag Cabut Izin Pesantren Manarul Huda Antapani

Kontak langsung antara ibu dan bayi melalui metode skin-to-skin juga disebut memiliki dampak signifikan.

Selain mendukung keberhasilan menyusui, kontak batin tersebut berperan dalam stimulasi saraf dan pembentukan ikatan emosional.

Ia pun mengingatkan para ibu agar fokus saat menyusui dan tidak terdistraksi oleh gawai, karena kualitas interaksi sangat memengaruhi tumbuh kembang anak.

Faktor Lingkungan dan Peran Kepemimpinan

Stunting merupakan persoalan multisektoral. Selain asupan gizi, faktor lingkungan seperti ketersediaan air bersih, sanitasi yang layak, serta paparan asap rokok di dalam rumah turut menjadi pemicu.

Karena itu, dibutuhkan kepemimpinan yang kuat dari tingkat desa hingga provinsi guna menyinkronkan berbagai intervensi.

Program kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga harus berjalan selaras agar hasilnya optimal.

Metode LUSI: Pendekatan Berbasis Data dan Kolaborasi

Sebagai solusi, dr. Alma memperkenalkan metode LUSI, yakni:

  • Lihat datanya
  • Lihat kondisi masyarakatnya
  • Sinkronisasi upaya dan informasi
  • Informasikan kepada seluruh pihak terkait
Baca juga:   KPU Kota Bandung Gelar Simulasi Penghitungan Suara Pilkada 2024

Pendekatan ini menekankan pentingnya kebijakan berbasis data serta kolaborasi lintas sektor agar intervensi tepat sasaran.

Ancaman Jangka Panjang bagi Generasi Bangsa

Sementara itu, dr. Sofa Rahmannia mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan persoalan ini.

Tanpa intervensi yang tepat, anak stunting berisiko mengalami gangguan metabolisme, penurunan daya tahan tubuh, hingga keterlambatan kognitif.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menjadi beban negara karena berdampak pada produktivitas dan kualitas sumber daya manusia.

Menuju Indonesia Emas 2045, pencegahan stunting menjadi tanggung jawab bersama yang dimulai dari keluarga, melalui pola asuh yang tepat, asupan gizi seimbang, serta lingkungan yang sehat dan bebas asap rokok. (*)

# Pencegahan Stunting

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: anemia remaja putriASI eksklusifBBLRDr Alma Lucyatidr Sofa Rahmanniaedukasi kesehatanFK unpasGenerasi Emas 2045keluarga sehatkesehatan ibu dan anakKesehatan Masyarakatkota bandungmetode LUSIPAS TVpencegahan stuntingpernikahan usia diniramadan sehatREHATStunting


Related Posts

Pansus LKPJ DPRD Kota Bandung
HEADLINE

Pansus LKPJ DPRD Kota Bandung Klaim Pembahasan Capai 75 Persen, Fokus Pertajam Misi SDM

5 Mei 2026
unpas
PASPENDIDIKAN

Hipertensi Disebut Silent Killer, Dokter Unpas Ingatkan Pemeriksaan Rutin

1 Mei 2026
ngabandungan bandung
PASBANDUNG

Ngabandungan Bandung, Seni Visual dan Edukasi Mitigasi Bencana

28 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.