BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Menjelang masa angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia atau KAI Daerah Operasi atau Daop 2 Bandung meningkatkan upaya keselamatan perjalanan kereta api.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, khususnya di kawasan perlintasan sebidang.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di jalur kereta api. Selain itu, langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan kereta api selama masa mudik Lebaran dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Menjelang periode mudik, KAI Daop 2 Bandung juga mulai mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana penunjang operasional. Hal ini dilakukan karena frekuensi perjalanan kereta api dipastikan akan meningkat seiring dengan tingginya jumlah penumpang yang melakukan perjalanan ke berbagai daerah.
Tambahan Kereta di Puncak Arus Mudik
Executive Vice President Daop 2 Bandung, Hendra Wahyono, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Salah satunya dengan menambah perjalanan kereta pada periode puncak arus mudik Lebaran.
Menurutnya, pada masa puncak mudik mendatang KAI Daop 2 Bandung akan menambah delapan perjalanan kereta tambahan guna mengakomodasi kebutuhan transportasi masyarakat.
“Dengan adanya tambahan perjalanan kereta ini, tentu intensitas lalu lintas kereta api setiap hari akan meningkat,” ujarnya.
Karena itu, KAI juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel kereta api, termasuk berjalan atau bermain di area tersebut, karena sangat berbahaya dan dapat mengganggu perjalanan kereta.
Melalui sosialisasi yang terus digencarkan, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan di perlintasan sebidang semakin meningkat. Dengan demikian, potensi kecelakaan maupun gangguan perjalanan kereta api selama masa angkutan mudik Lebaran 2026 dapat diminimalkan. (uby)







