SURABAYA, WWW.PASJABAR.COM— Surabaya menawarkan beragam destinasi wisata sejarah yang dapat dijelajahi dalam satu hari. Empat museum berikut berada dalam radius yang relatif terjangkau dan menyajikan pengalaman berbeda, mulai dari sejarah pendidikan, kebangkitan nasional, hingga perkembangan kota dari masa kolonial sampai kini.
1. Museum Pendidikan Surabaya : Menelusuri Jejak Pendidikan Bangsa
Museum yang diresmikan pada 25 November 2019 ini menempati bangunan bekas sekolah Taman Siswa. Di dalamnya tersimpan lebih dari 800 koleksi terkait sejarah pendidikan di Indonesia, seperti alat tulis lawas, arsip kurikulum, seragam sekolah, hingga replika ruang kelas tempo dulu.
Penataan ruang tematik membawa pengunjung pada perjalanan sistem pendidikan dari masa kolonial hingga era modern. Museum ini menjadi ruang refleksi tentang bagaimana pendidikan berperan penting dalam membentuk kesadaran kebangsaan dan identitas nasional.
2. Museum WR Soepratman Surabaya : Rumah Sunyi Pencipta “Indonesia Raya”
Museum ini merupakan rumah tempat wafatnya Wage Rudolf Soepratman pada 17 Agustus 1938. Di lokasi ini, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya menghabiskan masa-masa terakhirnya dalam kondisi sakit dan berada di bawah pengawasan pemerintah kolonial Belanda.
Koleksi yang dipamerkan meliputi dokumentasi perjuangan, arsip, serta replika biola yang identik dengan sosoknya. Suasana bangunan yang sederhana menghadirkan pengalaman reflektif tentang peran musik dalam perjuangan nasional.
3. Museum Dr. Soetomo Surabaya : Jejak Kebangkitan Nasional dan Dunia Medis
Terletak di kawasan Bubutan, museum ini berada dalam satu kompleks dengan makam Dr. Soetomo, tokoh pendiri organisasi Budi Utomo. Museum menampilkan ratusan koleksi yang menggambarkan perjalanan hidupnya sebagai dokter sekaligus tokoh pergerakan nasional.
Pengunjung dapat melihat ruang praktik dokter tempo dulu, arsip organisasi, serta dokumentasi aktivitas pergerakan awal abad ke-20. Lokasi makam di area yang sama menambah dimensi reflektif atas kontribusi beliau dalam sejarah Indonesia.
4. Museum Surabaya Siola : Membaca Transformasi Kota dari Masa ke Masa
Gedung Siola yang dibangun pada 1877 pada masa kolonial kini difungsikan sebagai Museum Surabaya. Bangunan berarsitektur klasik ini dahulu dikenal sebagai pusat perbelanjaan modern pada zamannya.
Museum Surabaya menyajikan koleksi foto, peta, arsip, serta benda-benda yang menggambarkan perkembangan sosial, ekonomi, dan tata kota Surabaya dari masa kolonial hingga era kontemporer. Tempat ini memberikan gambaran utuh tentang transformasi Surabaya sebagai kota pelabuhan penting dan metropolitan yang terus berkembang.
Keempat museum tersebut dapat dijelajahi dalam satu hari perjalanan dan menawarkan perspektif berbeda tentang sejarah bangsa dan kota. Selain sebagai destinasi wisata edukatif, museum-museum ini menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan pengunjung dengan narasi masa lalu secara lebih dekat dan kontekstual.
Surabaya, melalui museum-museumnya, menunjukkan bahwa sejarah tidak hanya tersimpan dalam buku, tetapi juga hidup di ruang-ruang yang dapat dikunjungi dan dimaknai kembali. (tiwi)







