LISBON, WWW.PASJABAR.COM – Pertandingan paling bergengsi di Portugal, O Classico, berakhir dengan drama tingkat tinggi. Benfica berhasil bangkit dari ketertinggalan untuk memaksakan hasil imbang 2-2 melawan pemimpin klasemen, FC Porto, Senin (9/3/2026). Namun, hasil pertandingan tertutup oleh pengusiran manajer Benfica, Jose Mourinho.
Comeback Luar Biasa Benfica di O Classico
FC Porto sebenarnya tampil dominan sejak awal. Gelandang Denmark, Victor Froholdt, membuka keunggulan pada menit ke-10, disusul gol pemain Polandia, Oskar Pietuszewski, menjelang akhir babak pertama. Skor 0-2 membuat Porto berada di atas angin.
Namun, di babak kedua, Benfica menunjukkan mental baja. Andreas Schjelderup memperkecil ketertinggalan sebelum akhirnya Leandro Barreiro mencetak gol penyeimbang dramatis pada menit ke-89. Stadion Da Luz pun bergemuruh menyambut satu poin penting tersebut.
Mourinho Ngamuk: Disebut Pengkhianat oleh Staf Porto
Kekacauan pecah sesaat setelah gol Barreiro. Jose Mourinho terlibat perselisihan hebat dengan bangku cadangan Porto.
Wasit pun langsung mengganjar pria berusia 63 tahun itu dengan kartu merah. Sambil berjalan menuju terowongan, Mourinho memberikan gestur provokatif dengan jari-jarinya.
Usai laga, Mourinho membela diri. Ia mengklaim kartu merah tersebut tidak adil karena ia hanya menendang bola ke arah tribun untuk penonton, bukan ke arah bangku cadangan Porto seperti tuduhan wasit.
Ia juga mengungkapkan kekesalannya terhadap salah satu staf Porto bernama Gonzalez.
“Dia memanggil saya pengkhianat 50 kali. Pengkhianat terhadap apa? Saya memberikan jiwa saya untuk Porto, Chelsea, Inter, hingga Real Madrid. Itu profesionalisme,” ujar Mourinho dengan nada tinggi. “Dia bisa menghina saya dengan cara lain, tapi jangan serang profesionalisme saya.”
Peta Persaingan Liga Portugal
Meski berakhir imbang, FC Porto masih kokoh di puncak klasemen dengan 66 poin, unggul empat poin dari Sporting CP di posisi kedua.
Sementara itu, Benfica masih tertahan di peringkat ketiga dengan selisih tujuh poin dari sang pemuncak.
Mourinho mengakui kualitas fisik dan intensitas Porto malam itu luar biasa, namun ia menegaskan belum menyerah dalam perebutan gelar juara.
“Masih ada 27 poin tersisa. Mengejar tujuh poin memang sulit, tapi selama secara matematis masih mungkin, segalanya bisa terjadi,” tegas pelatih berjuluk The Special One tersebut.







