MILAN, WWW.PASJABAR.COM – AC Milan resmi menyandang status penguasa kota musim ini setelah kembali menumbangkan rival sekota, Inter Milan, dengan skor tipis 1-0 pada laga lanjutan Serie A di San Siro, Senin (9/3/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini melengkapi dominasi Rossoneri yang juga menang dengan skor serupa pada pertemuan pertama November lalu. Pervis Estupinan menjadi pahlawan bagi AC Milan dalam laga tersebut.
Estupinan Jadi Pahlawan Kemenangan
Gol tunggal kemenangan Milan lahir di babak pertama melalui kaki Pervis Estupinan. Bek sayap asal Ekuador tersebut melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau kiper Inter, usai menerima umpan terobosan akurat dari Youssouf Fofana.
Meski Inter terus menekan di babak kedua, lini pertahanan Milan yang dikomandoi pemain senior seperti Luka Modric dkk tampil solid hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil ini membuat jarak kedua tim di klasemen semakin merapat. Inter masih memimpin di puncak dengan 67 poin, namun kini hanya terpaut tujuh angka dari Milan dengan 10 laga tersisa.
Memori Indah Musim 2010/11
Usai laga, pelatih Milan Massimiliano Allegri tampak sumringah. Ia memberikan komentar menarik saat ditanya mengenai catatan sejarah Milan yang berhasil menang dua kali atas Inter dalam satu musim liga.
“Terakhir kali itu terjadi, kami berhasil menjadi juara liga,” ujar Allegri sembari tersenyum kepada DAZN.
Pernyataan tersebut merujuk pada musim 2010-11, periode pertama Allegri melatih Milan, di mana mereka mengalahkan Inter 1-0 dan 3-0 sebelum akhirnya mengangkat trofi Scudetto.
Tetap Membumi di Jalur Perburuan Gelar
Kendati mulai menebar ancaman, Allegri tetap realistis. Ia mengakui bahwa Inter masih menjadi tim terkuat dan favorit utama untuk menjuarai Serie A musim ini karena keunggulan poin yang cukup lebar.
“Inter memiliki keunggulan tujuh poin, itu keuntungan besar. Kami seharusnya bisa bermain lebih tajam di sepertiga akhir lapangan dalam beberapa situasi hari ini,” jelasnya.
Allegri menegaskan bahwa fokus utamanya adalah menjaga konsistensi tim di periode krusial.
“Kami bekerja selama tujuh bulan untuk memastikan tiba di bulan Maret dalam kondisi terbaik. Di sinilah pertandingan terpenting dimainkan dan segalanya ditentukan,” pungkas pelatih asal Italia tersebut.







