CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

REHAT : Kesehatan Mental di Bulan Ramadan Latih Pengendalian Diri

Yatti Chahyati
9 Maret 2026
kesehatan mental Ramadhan

REHAT yang mengangkat tema “Kesehatan Mental di Bulan Ramadan”, hadir sebagai host Dr. Susanti bersama narasumber Dr. Ana Amaliana, Sp.KJ. (Foto : PASTV)

Share on FacebookShare on Twitter

# kesehatan mental Ramadhan

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Puasa di bulan Ramadan ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan kesehatan mental.

Hal ini menjadi pembahasan dalam program Ramadan Sehat (REHAT), sebuah program edukasi kesehatan hasil kerja sama PASTV dengan Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan (FK Unpas).

Pada episode ketiga REHAT yang mengangkat tema “Kesehatan Mental di Bulan Ramadan”, hadir sebagai host dr. Susanti, M.Kes., AIFO-K bersama narasumber  dr. Anna Amaliana, Sp.KJ, dosen pengajar di Fakultas Kedokteran Unpas sekaligus dokter spesialis kejiwaan.

Puasa Melatih Pengendalian Diri

Dr. Ana Amaliana menjelaskan bahwa puasa memiliki kaitan erat dengan kesehatan mental. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183 yang menyebutkan bahwa tujuan berpuasa adalah agar manusia menjadi orang yang bertakwa.

Menurutnya, ketakwaan berkaitan erat dengan kemampuan seseorang dalam mengelola emosi dan meningkatkan kesadaran diri.

“Puasa melatih self control atau pengendalian diri. Dalam psikologi kita mengenalnya sebagai self regulation, yaitu kemampuan seseorang untuk mengontrol perilaku, emosi, dan respons terhadap berbagai situasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa selama berpuasa seseorang dilatih untuk tidak bersikap impulsif, tidak mudah marah, dan tidak bereaksi berlebihan ketika menghadapi situasi yang tidak menyenangkan.

“Puasa membantu kita untuk tidak mudah meledak-ledak dalam emosi, tidak langsung bereaksi negatif terhadap orang lain, dan lebih bijak dalam mengambil keputusan,” jelasnya.

Baca juga:   HUT Mahawarman Jabar ke 63 Bangkitkan Gernerasi Disiplin Menuju Indonesia Emas

Latihan pengendalian diri ini juga berpengaruh pada kerja otak, terutama dalam mengatur emosi serta proses pengambilan keputusan.

Selain itu, puasa juga dapat membantu mengurangi tingkat stres serta meningkatkan empati terhadap sesama.

Puasa dan Pencegahan Depresi

Dalam diskusi tersebut, Dr. Susanti juga menyoroti kondisi kesehatan mental di Indonesia yang saat ini cukup memprihatinkan.

“Jika melihat data statistik, sekitar 20 persen penduduk Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, dan kasus terbanyak adalah depresi, meskipun terdapat berbagai gangguan psikiatri lainnya,” ungkapnya.

Ia pun menanyakan apakah puasa dapat membantu mengurangi gejala depresi.

Menanggapi hal itu, Dr. Ana menjelaskan bahwa salah satu manfaat puasa adalah meningkatkan empati.

Ketika seseorang berpuasa, ia merasakan kondisi lapar dan haus yang juga dialami oleh banyak orang yang kurang beruntung.

“Perasaan empati itu kemudian mendorong terbentuknya hubungan sosial yang lebih hangat. Ketika hubungan sosial hangat, maka dukungan sosial juga akan meningkat. Dukungan sosial inilah yang menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah depresi dan kecemasan,” jelasnya.

Dengan kata lain, puasa tidak hanya memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dengan sesama manusia.

Baca juga:   Aldy Mahasiswa FKIP Unpas Ingin Jadi Pendidik yang Bermanfaat

Ramadan sebagai Momentum Detoks Mental

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Susanti juga menyinggung istilah detoks mental yang sering dikaitkan dengan bulan Ramadan.

Dr. Ana menjelaskan bahwa detoks mental berarti membersihkan pikiran dari berbagai hal negatif yang dapat memengaruhi kesehatan psikologis.

“Ketika berpuasa, kita berusaha mengurangi paparan hal-hal negatif, seperti konsumsi berlebihan media sosial yang tidak mendidik, konten yang memicu emosi, atau kebiasaan buruk lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, selama Ramadan masyarakat juga cenderung mengonsumsi lebih banyak konten religius dan kegiatan positif yang dapat membantu menenangkan pikiran.

“Ini menjadi semacam pembersihan mental dari racun-racun negatif yang selama ini mungkin tanpa sadar kita konsumsi,” tambahnya.

Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Puasa

Dr. Ana juga membagikan beberapa tips agar kesehatan mental tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

  1. Menstabilkan pondasi fisik dan mental
    Menjaga kesehatan mental harus dimulai dari pondasi fisik yang baik. Pastikan sahur dan berbuka dengan makanan bergizi, tinggi serat, dan tidak berlebihan lemak. Sementara dari sisi mental, penting untuk menjaga pikiran positif dan meningkatkan nilai spiritualitas.
  2. Mengurangi konflik dan keputusan yang tidak perlu
    Salah satu cara menjaga emosi selama puasa adalah dengan menghindari perdebatan yang tidak penting, terutama menjelang waktu berbuka. “Satu jam sebelum berbuka sebaiknya diisi dengan kegiatan positif seperti berdzikir, membaca Al-Qur’an, atau refleksi diri,” ujarnya.
  1. Tidur yang cukup
    Kurang tidur saat berpuasa dapat membuat seseorang lebih mudah tersinggung dan sensitif. “Ketika perut kosong dan tubuh kurang istirahat, seseorang bisa menjadi lebih iritabel. Karena itu penting menjaga pola tidur yang cukup,” katanya.
Baca juga:   Antisipasi Virus Corona Pengurus Cabang Paguyuban Pasundan KBB Bagikan Hand Sanitizer

Namun ia menambahkan bahwa seiring berjalannya waktu, tubuh biasanya akan beradaptasi dengan pola aktivitas selama Ramadan.

“Awalnya mungkin terasa berat, tetapi lama-kelamaan tubuh akan beradaptasi bahkan banyak orang yang justru merindukan suasana Ramadan ketika bulan ini berakhir,” ujarnya.

Mengelola emosi dengan cara yang sehat

Jika seseorang sedang mengalami perasaan marah, kecewa, atau emosi negatif lainnya, sebaiknya tidak langsung diluapkan kepada orang lain.

“Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menuliskan perasaan tersebut. Menulis dapat membantu menyalurkan emosi tanpa menyakiti orang lain,” jelas Dr. Ana.

Dengan memaknai Ramadan secara lebih mendalam, ia berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat spiritual, tetapi juga kesehatan mental yang lebih baik.

“Jika Ramadan dijalani dengan penuh kesadaran dan makna, maka kita bisa mendapatkan banyak manfaat, mulai dari meningkatkan empati, berpikir lebih positif, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik dan mental,” pungkasnya. (Tie)

# kesehatan mental Ramadhan

# kesehatan mental Ramadhan

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: depresi dan puasadetoks mental ramadhanempati saat puasaFakultas Kedokteran UnpasFK unpaskesehatan mentalkesehatan mental ramadhankesehatan mental saat puasamanfaat puasa bagi kesehatan mentalpuasa dan kesehatan mentalpuasa kurangi stresramadhan sehatREHAT PASTVtips kesehatan mentaluniversitas pasundan


Related Posts

Guru Besar Unpas
HEADLINE

Pengukuhan 9 Guru Besar Unpas, Perkuat Posisi sebagai Kampus dengan Profesor Terbanyak di Jabar dan Banten

9 Mei 2026
Sidang Doktor Ade Yusuf
HEADLINE

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

8 Mei 2026
Sidang Doktor Raden Khemal
HEADLINE

Sidang Terbuka Doktor Unpas: Raden Khemal Youwangka Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen

8 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.