CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Mengulik Bandung Awal Revolusi 1945–1946, Kisah Kota di Titik Genting Kemerdekaan

Tiwi Kasavela
13 Maret 2026
Mengulik Bandung Awal Revolusi 1945–1946, Kisah Kota di Titik Genting Kemerdekaan

Diskusi Buku #105 Temu Sejarah Indonesia, Kamis (12/3/2026). (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Diskusi Buku #105 Temu Sejarah Indonesia, Kamis (12/3/2026), menghadirkan pembahasan mendalam mengenai masa-masa paling genting di Bandung pada awal kemerdekaan, periode Agustus 1945 hingga Maret 1946.

Acara yang digelar secara daring ini menggunakan buku Bandung Awal Revolusi 1945–1946 karya John R.W. Smail sebagai pijakan untuk menelusuri dinamika kota yang jarang terekam dalam sejarah besar Indonesia.

Narasumber Iman Firmansyah menjelaskan, Bandung memiliki karakter perjuangan yang unik dibandingkan kota-kota lain di Jawa.

“Kalau di Surabaya, sistem perjuangan lebih dikenal terkait pan-Islamisme, sedangkan di Semarang lebih ke sosialisme. Bandung punya hal-hal yang sedikit berbeda,” ujar Iman.

Baca juga:   Masjid yang Didatangi Safari Ramadhan akan Diberi Bantuan Rp10Juta

Menurutnya, pemahaman tentang kota ini tidak hanya dapat diperoleh dari pertempuran besar seperti Bandung Lautan Api, tetapi juga dari kisah-kisah kecil yang membentuk pengalaman warga dan pejuang.

Diskusi mengangkat fakta bahwa perlawanan di Bandung tidak selalu melibatkan bentrokan bersenjata masif. Dengan jumlah senjata yang sangat terbatas, sekitar 100 pucuk untuk hampir 10.000 pejuang, strategi yang diterapkan lebih kepada blokade militer dan pengendalian bahan pangan.

“Kalau satu senjata untuk 100 orang, bagaimana perangnya? Itu yang membuat pertempuran di Bandung berbeda dari Surabaya atau Semarang,” kata Iman.

Selain itu, penyebaran berita proklamasi kemerdekaan juga berlangsung dengan penuh kehati-hatian. Jepang saat itu berusaha menahan akses informasi dan bertindak represif. Radio Dome menjadi salah satu sarana penting untuk menyebarkan berita kemerdekaan di Bandung, meski beberapa penyiar sempat ditangkap pihak militer Jepang.

Baca juga:   Skenario Tes Masif COVID-19 Pemprov Jabar untuk Tiga Kategori Warga

“Mereka menyebarkan berita secara bergiliran mulai jam 4 sore hingga malam, sambil mengedarkan pamflet, meski ada ancaman dari polisi militer Jepang,” tambah Iman.

Diskusi juga menyinggung anomali sejarah yang jarang diketahui publik. Misalnya, meski film-film sering menampilkan pertempuran besar, catatan sejarah menunjukkan bahwa pasukan dan badan perjuangan di Bandung lebih banyak menghadapi kesulitan logistik daripada pertempuran bersenjata. Bahkan terdapat kisah unik tentang bungkusan daun yang digunakan untuk menyimpan jasad prajurit Gurkha yang gugur.

Baca juga:   KAI Daop 2 Bandung Pastikan Kesiapan Jalur dan Kereta Jelang Nataru

Acara ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta, menunjukkan minat kuat masyarakat untuk memahami sisi sejarah Bandung yang jarang diangkat.

Iman menekankan bahwa memahami kisah-kisah kecil di balik peristiwa besar penting untuk melihat bagaimana kota dan warganya membentuk identitas perjuangan.

Dengan narasi yang mendalam, diskusi ini mengungkap bahwa revolusi tidak hanya soal pertempuran besar, tetapi juga soal strategi, ketahanan, dan cerita rakyat yang membentuk sejarah kota.

Rekaman diskusi dapat disimak di https://youtu.be/EIRQ6IO6WTE?si=y5FoR3zMuk-H1abW

(tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Tiwi Kasavela
Tags: bandungDiskusi BukuTemu Sejarah


Related Posts

Sidang Doktor Ade Yusuf
HEADLINE

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

8 Mei 2026
Mahasiswa Tuli Unpad
HEADLINE

Nyaris Menyerah, Mahasiswa Tuli Ini Buktikan Bisa Wisuda dan Jadi Inspirasi di Unpad

6 Mei 2026
Sidang Doktor Wide Putra
HEADLINE

Wide Putra Ananda Raih Gelar Doktor dengan Cum Laude, Tawarkan Konstruksi Hukum Olahraga untuk Perlindungan Profesi Atlet

28 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.