WWW.PASJABAR.COM – Menjelang libur panjang dan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, pengelola jalan tol PT Jasamarga Metropolitan Tollroad menyiapkan sejumlah langkah antisipasi di ruas Tol Purbaleunyi. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah pembatasan pergerakan kendaraan berat agar tidak memasuki jalan tol selama periode mudik.
Selain itu, pihak pengelola juga memprediksi lonjakan volume kendaraan yang cukup signifikan. Diperkirakan lebih dari 600 ribu kendaraan akan meninggalkan Kota Bandung selama periode mudik, sementara sekitar 700 ribu kendaraan diprediksi akan masuk ke Bandung pada arus balik Lebaran.
Sejumlah persiapan pun telah dilakukan untuk menghadapi peningkatan volume kendaraan tersebut. Mulai dari penambahan sekitar 60 petugas tambahan untuk membantu proses transaksi di gerbang tol hingga penempatan petugas pengatur lalu lintas di sejumlah titik strategis di sepanjang ruas tol.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan arus kendaraan, baik yang melakukan perjalanan mudik maupun perjalanan liburan, dapat berjalan dengan lebih tertib dan lancar.
Volume Kendaraan Diprediksi Meningkat
Selain menambah jumlah petugas, Jasamarga juga memberlakukan pembatasan kendaraan truk yang melintas di jalan tol. Kebijakan ini berlaku mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026. Guna mengurangi potensi kepadatan kendaraan di jalur tol selama periode mudik.
Berdasarkan prediksi pengelola jalan tol Purbaleunyi, volume kendaraan menuju arah Bandung diperkirakan meningkat sekitar 21 persen dibandingkan hari normal. Sementara pada arus balik, kenaikan kendaraan diperkirakan mencapai sekitar 25 persen dari kondisi lalu lintas harian biasa.
Senior GM PT Jasamarga Metropolitan Tollroad, Widyatmiko Nursejati, menyebutkan bahwa secara keseluruhan arus mudik Lebaran tahun ini diprediksi mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk arus mudik Lebaran tahun ini diperkirakan terjadi peningkatan sekitar 2,3 persen dibandingkan arus mudik Lebaran tahun lalu,” ujarnya.
Dengan adanya lonjakan kendaraan tersebut, pihak Jasamarga juga akan melakukan pengaturan di sejumlah rest area. Pengendara akan dibatasi waktu beristirahat agar perputaran kendaraan di area tersebut dapat berjalan lebih cepat. Sehingga kemacetan di sepanjang ruas tol dapat diurai. (uby)







