BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Menjelang Hari Raya Idulfitri, para pengrajin ketupat di Kampung Ketupat, Jalan Caringin, Bandung kebanjiran pesanan.
Setiap harinya, kawasan yang dikenal sebagai sentra produksi ketupat ini mampu menghasilkan puluhan ribu cangkang ketupat untuk memenuhi kebutuhan pasar di Bandung Raya.
Memasuki kawasan Jalan Caringin Blok Kupat, tumpukan daun kelapa muda atau janur menjadi pemandangan khas yang mudah ditemui, terutama menjelang Lebaran.
Hampir setiap rumah di kawasan ini berubah menjadi tempat produksi ketupat, di mana para warga sibuk menganyam janur menjadi cangkang ketupat.
Tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun selama puluhan tahun. Para pengrajin dikenal memiliki keahlian tinggi, bahkan mampu menyelesaikan satu cangkang ketupat hanya dalam hitungan detik.
Lonjakan permintaan terlihat signifikan dibandingkan hari biasa. Dalam sehari, setiap pengrajin mampu memproduksi antara 1.000 hingga 4.000 cangkang ketupat. Produk tersebut kemudian dipasarkan ke berbagai pasar di Kota Bandung hingga sejumlah daerah lain di Jawa Barat.
Harga satu cangkang ketupat dibanderol sekitar Rp2.000, sementara ketupat yang sudah diisi beras ketan dijual seharga Rp5.000 per buah.
Salah seorang pengrajin, Aden Supriatna, mengatakan permintaan menjelang Lebaran meningkat drastis. “Kalau mendekati Lebaran, pesanan bisa naik sampai lima kali lipat dari hari biasa,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pengrajin lainnya, Mamah, yang mengaku seluruh warga di kawasan tersebut turut memproduksi ketupat untuk memenuhi tingginya permintaan pasar.
Dengan meningkatnya pesanan tahun ini, para pengrajin berharap pendapatan mereka ikut meningkat dan mampu mendongkrak perekonomian warga sekitar. Kawasan ini pun menjadi bukti bahwa ekonomi kreatif berbasis tradisi tetap bertahan dan berkembang di tengah modernisasi Kota Bandung. (uby)
© 2018 www.pasjabar.com
© 2018 www.pasjabar.com
