KUALA LUMPUR, WWW.PASJABAR.COM – Harapan Indonesia untuk kembali menjadi panggung sepak bola terbesar di Benua Kuning harus tertunda. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) secara resmi mengumumkan penghentian seluruh proses penawaran (bidding) untuk tuan rumah Piala Asia 2031 dan Piala Asia 2035.
Keputusan mengejutkan ini tertuang dalam surat resmi yang ditandatangani oleh Sekjen AFC, Datuk Seri Windsor John, tertanggal 19 Maret 2026. Surat tersebut ditujukan kepada seluruh asosiasi anggota penawar, termasuk Indonesia, yang sebelumnya telah masuk dalam daftar peminat serius.
Alasan di Balik Penghentian: Permintaan FIFA
Dalam surat resminya, AFC menjelaskan bahwa langkah drastis ini diambil setelah adanya komunikasi terbaru dengan FIFA.
Hal tersebut terutama mengenai perubahan kalender pertandingan internasional. Salah satu poin krusial adalah dorongan agar Piala Asia diselenggarakan pada tahun genap di masa mendatang.
“Keputusan ini mengikuti komunikasi terbaru dari FIFA terkait perubahan yang diantisipasi terhadap kalender pertandingan internasionalnya, termasuk permintaan agar Piala Asia diselenggarakan pada tahun genap,” tulis AFC dalam surat tersebut.
Penyesuaian jadwal ini dinilai membawa dampak signifikan terhadap perencanaan kompetisi secara menyeluruh.
Untuk menghindari ketidakpastian bagi negara penawar, AFC memilih untuk menarik diri sementara dari proses seleksi guna meninjau ulang skema turnamen.
Indonesia dan Persaingan Ketat yang Terhenti
Sebelum keputusan ini keluar, Indonesia berada dalam jajaran kandidat kuat bersama negara-negara besar lainnya seperti Australia, India, Korea Selatan, dan Kuwait.
Selain itu, terdapat proposal tuan rumah bersama dari blok Asia Tengah yang melibatkan Kirgizstan, Tajikistan, dan Uzbekistan.
Indonesia sendiri memiliki memori manis saat menjadi tuan rumah bersama pada edisi 2007.
Keinginan PSSI untuk menjadi penyelenggara tunggal pada 2031 merupakan bagian dari ambisi besar meningkatkan level infrastruktur dan prestasi sepak bola nasional di mata dunia.
Namun, dengan adanya Pasal 8.1 dari Regulasi Penawaran Kompetisi, seluruh tahapan seleksi yang sedang berjalan kini dinyatakan tidak dilanjutkan atau “direset” ulang.
Proses Bidding Akan Dibuka Kembali
Meski proses saat ini dihentikan, AFC memastikan bahwa peluang untuk menjadi tuan rumah belum sepenuhnya tertutup.
Proses bidding akan dibuka kembali setelah penyesuaian kalender internasional dengan FIFA selesai dilakukan.
“Setelah pertimbangan ini diselesaikan dan proses penawaran baru diluncurkan, kami berharap dapat terus mengandalkan dukungan penuh serta partisipasi Anda,” tambah pernyataan AFC.
Kini, PSSI dan federasi negara peminat lainnya harus menunggu informasi lanjutan terkait mekanisme dan jadwal baru yang akan ditetapkan oleh AFC.
Perubahan ke tahun genap ini diprediksi akan mengubah peta persaingan dan kesiapan logistik negara-negara calon tuan rumah di masa depan.







