MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Kebangkitan Manchester United di bawah komando pelatih interim Michael Carrick membawa angin segar bagi publik Old Trafford. Di tengah tren positif tersebut, sang kapten Bruno Fernandes menjadi sosok yang paling banyak mendapatkan sorotan berkat performa individunya yang kembali tajam.
Dalam 10 pertandingan terakhir di semua kompetisi, Setan Merah berhasil mengemas tujuh kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya sekali menelan kekalahan. Meski pada laga terbaru di Vitality Stadium, Sabtu (21/3/2026), MU harus puas berbagi angka 2-2 dengan Bournemouth, peran Bruno tetap krusial dengan sumbangan satu gol dan keterlibatan dalam proses gol bunuh diri lawan.
Statistik Menawan di Era Carrick
Sejak Michael Carrick mengambil alih kursi kepelatihan dari Ruben Amorim, Bruno Fernandes seolah menemukan kembali sentuhan magisnya. Pemain asal Portugal tersebut telah mengoleksi empat gol dan sembilan assist, statistik yang membuktikan bahwa ia tetap menjadi motor serangan utama United.
Namun, menanggapi berbagai sanjungan yang dialamatkan kepadanya, Bruno memilih untuk tetap membumi. Ia menyadari bahwa di klub sebesar Manchester United, pujian dan kritik adalah dua sisi mata uang yang selalu hadir beriringan.
“Akan selalu seperti itu; ketika Anda meraih hasil bagus, Anda akan dipuji, dan ketika tidak, Anda akan dikritik. Itu adalah bagian dari menjadi pemain Manchester United,” ujar Bruno Fernandes seperti dilansir dari Sky Sports.
Tuntutan Tinggi Bruno Fernandes di Manchester United
Bagi Bruno, tekanan luar biasa dari penggemar maupun media adalah konsekuensi logis saat berseragam United. Ia menilai bahwa seorang pemain tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus dibekali mentalitas yang kuat untuk bertahan di teater impian.
“Tuntutan di sini sangat tinggi dari mana saja, banyak mata tertuju pada klub ini karena ini klub raksasa. Jika Anda memutuskan untuk bermain untuk klub ini dan berada di sini, berarti Anda adalah pemain besar dengan kepribadian yang besar pula,” tegasnya.
Fokus Menjaga Konsistensi
Hasil imbang melawan Bournemouth memang sedikit menghambat laju United untuk merangsek ke posisi dua besar klasemen Premier League. Namun, bagi Bruno, perjalanan musim masih panjang dan tim harus siap menghadapi dinamika performa.
“Ada masa jaya dan ada masa sulit, dan Anda harus siap menghadapinya,” pungkas pemain berusia 31 tahun tersebut.
Dengan kepemimpinan Bruno di lapangan dan tangan dingin Carrick di pinggir lapangan, Manchester United kini menatap sisa musim dengan kepercayaan diri tinggi untuk mengamankan zona Liga Champions dan memberikan persaingan ketat di papan atas.







