BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Keluarga besar Paguyuban Pasundan menggelar halal bihalal atau silaturahmi bada Idulfitri bertajuk Wilujeng Boboran Siam 1447 H. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (30/3/2026) di Jalan Sumatera No. 41, Kota Bandung.
Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai ke-Islam-an dan kebudayaan sunda setelah menjalani Ramadan. Acara juga disiarkan secara langsung melalui YouTube PAS TV.
Lebih dari 1.000 anggota Paguyuban Pasundan dari berbagai daerah hadir dalam kegiatan tersebut. Turut hadir Dewan Pangaping, pengurus wilayah dan cabang, serta pimpinan lembaga pendidikan di lingkungan Pasundan.
Selain itu, kegiatan ini diikuti unsur Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) dan Yayasan Pendidikan Dasar Menengah (YPDM). Rektorat dan civitas akademika Universitas Pasundan juga turut serta.
Ketua STIE Pasundan, Ketua STKIP Pasundan, dan Ketua STH Pasundan beserta civitas akademika masing-masing juga hadir. Kehadiran para guru, dosen, dan tenaga kependidikan semakin menambah semarak suasana.

Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., dalam kesempatan tersebut menyampaikan penghormatan kepada Ketua Dewan Pangaping dan para anggotanya. Di antaranya Mayjen (Purn) Dr. Tb. Hasanuddin, S.E., M.M., Komjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Mochamad Iriawan, S.H., M.M., M.H., serta sejumlah tokoh lainnya.
Hadir pula KH. Habib Syarief Muhammad Alaydrus, Mayjen TNI (Purn.) Deni K. Irawan, dan Ustadz Dr. Aam Amirudin, M.Si. Perwakilan YPT Pasundan, pimpinan perguruan tinggi, YPDM, hingga direktur Rumah Sakit Pasundan juga mengikuti kegiatan ini.
Suasana acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Para pengurus, tokoh masyarakat, dan anggota Paguyuban Pasundan tampak berbaur dalam nuansa kekeluargaan.
Selain menjadi ajang saling bermaafan, halal bihalal ini juga memperkuat komitmen organisasi. Nilai budaya dan keislaman diharapkan tetap terjaga di tengah dinamika zaman.
Dalam sambutannya, Prof. Didi menegaskan bahwa Ramadan harus mampu membentuk karakter umat yang lebih baik. Pembentukan tersebut mencakup aspek spiritual sekaligus sosial.
Ia menyebut puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, puasa menjadi bekal untuk membangun pribadi yang tangguh dan berilmu.
“Puasa sejatinya menjadi bekal untuk melahirkan hamba Allah yang memiliki ilmu tinggi. Puasa juga membentuk karakter pejuang, pemberani, dan pantang menyerah,” ujarnya.
Perkuat Persatuan dan Peran Organisasi
Lebih lanjut, Prof. Didi mengingatkan pentingnya menjaga persatuan umat Islam. Ia menegaskan bahwa perpecahan hanya akan melemahkan kekuatan bersama.

“Sikap kita adalah menyayangi sesama muslim. Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Jika yang lain merasakan sakit, kita juga ikut merasakannya,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda. Menurutnya, pengaruh budaya luar dan sekularisasi dapat menggerus nilai keislaman dan budaya lokal.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen Paguyuban Pasundan memperkuat pendidikan berbasis agama dan budaya.
“Celup anak-anak dan mahasiswa dengan nilai ke-Islam-an yang kuat. Perkuat juga budaya lokal,” tegasnya.
Ketua Dewan Pangaping Paguyuban Pasundan, Mayjen (Purn) Dr. Tb. Hasanuddin, S.E., M.M., menekankan pentingnya program nyata dalam organisasi. Ia menyebut manfaat organisasi harus dirasakan hingga ke tingkat daerah.
“Organisasi tidak cukup hanya memiliki konsep yang baik. Program harus diwujudkan dalam tindakan nyata dan dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan pentingnya budaya kritik yang konstruktif. Kritik, menurutnya, harus disampaikan secara santun, berbasis data, dan disertai solusi.
Sementara itu, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Mochamad Iriawan, S.H., M.M., M.H., menegaskan pentingnya kebersamaan dan gotong royong. Ia juga mendorong agar organisasi terus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Hidup kita harus bermanfaat bagi sesama. Paguyuban Pasundan harus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga jati diri budaya Sunda di tengah arus modernisasi. Generasi muda diharapkan tetap berpegang pada nilai luhur budaya dan agama.
Kontribusi Aktif
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan saling bermaafan antaranggota. Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi tradisi tahunan. Tetapi juga memperkuat komitmen seluruh anggota.
Komitmen tersebut mencakup menjaga persatuan, mengembangkan budaya Sunda, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat.
Dewan Pakar Paguyuban Pasundan, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., juga menyampaikan ucapan maaf lahir batin melalui video streaming. Ia berharap Paguyuban Pasundan terus berkontribusi dalam memajukan bangsa dan negara.
Silaturahmi kemudian ditutup dengan tausiah oleh Ustadz Dr. Aam Amirudin. Ia mengulas makna silaturahmi bada Idulfitri. Sebagai momentum memperkuat ukhuwah dan memperbaiki hubungan sosial.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai ke-Islam-an serta kebudayaan sunda dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ditutup dengan saling memaafkan dan ucapan terima kasih kepada panitia serta undangan. Sekitar 1.000 tamu hadir dalam kegiatan tersebut.
Diharapkan kebersamaan ini terus terjaga. Cita-cita pendiri Paguyuban Pasundan diharapkan dapat diwujudkan melalui program nyata di berbagai daerah. (han)







