CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Fenomena Pink Moon Dapat Disaksikan 1–2 April 2026, Ini Penjelasannya

Hanna Hanifah
31 Maret 2026
pink moon

ilustrasi. (foto: istockphoto)

Share on FacebookShare on Twitter

WWW.PASJABAR.COM – Profesor astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menyebutkan fenomena purnama yang dikenal sebagai pink moon dapat disaksikan masyarakat pada Rabu (1/4/2026) malam.

“Purnama pink tahun ini pada Rabu malam Kamis, 1-2 April 2026,” kata Thomas kepada ANTARA di Jakarta, Selasa (31/3/2026), dilansir dari ANTARA.

Ia menjelaskan bahwa bulan purnama tersebut dapat diamati sejak waktu maghrib hingga menjelang matahari terbit. Masyarakat dapat menyaksikan fenomena ini secara langsung tanpa alat bantu, maupun menggunakan teleskop atau kamera untuk hasil pengamatan yang lebih detail.

Baca juga:   Peta Persaingan Liga Champions: Arsenal dan Bayern Mengunci Tiket, Drama Perebutan Delapan Besar Memanas

“Dapat diamati tanpa alat atau dengan teleskop plus kamera,” ujarnya.

Thomas menegaskan bahwa fenomena ini aman untuk diamati dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi manusia.

“Tidak ada dampak negatifnya. Dampak secara umum sama dengan purnama lainnya, yaitu peningkatan pasang air laut karena Bulan dan Matahari hampir segaris dengan Bumi,” lanjut dia.

Fenomena Alam Biasa dengan Nama Unik

Lebih lanjut, Thomas menjelaskan bahwa pink moon sejatinya merupakan fenomena bulan purnama biasa. Istilah tersebut digunakan untuk menyebut purnama yang terjadi pada bulan April, bukan karena warna bulan yang berubah menjadi merah muda.

Baca juga:   Hujan Disertai Angin Kencang Sering Terjadi pada Maret 2024

“Warnanya bukan pink, sama dengan purnama umumnya, putih kekuningan. Itu hanya penamaan orang Amerika Serikat yang kemudian digunakan di media,” ucap Thomas Djamaluddin.

Berdasarkan informasi dari Time and Date, fenomena ini dapat diamati pada 1 hingga 2 April 2026. Momen terbaik untuk menyaksikan pink moon adalah sesaat setelah bulan terbit, atau bertepatan dengan waktu maghrib.

Baca juga:   Hasil Sidang Isbat, Idul Adha Jatuh 10 Juli 2022

Pada saat tersebut, bulan berada di posisi rendah dekat cakrawala sehingga menimbulkan efek ilusi optik. Pantulan atmosfer membuat bulan tampak lebih besar dari biasanya serta memancarkan cahaya keemasan yang khas.

Fenomena ini menjadi salah satu momen astronomi yang menarik untuk dinikmati masyarakat, baik sebagai objek pengamatan ilmiah maupun sekadar menikmati keindahan langit malam. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: fenomena pink moonpink moonpurnama


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.