CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

DSDABM Bandung: Kolam Retensi dan Sumur Imbuhan Jadi Andalan Atasi Debit Air Tinggi

Tiwi Kasavela
16 April 2026
DSDABM Bandung: Kolam Retensi dan Sumur Imbuhan Jadi Andalan Atasi Debit Air Tinggi

Tim UPTD Tegallega DSDABM Kota Bandung melakukan perbaikan pondasi saluran drainase yang ambrol di kawasan Bandung Kulon. (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM— Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) terus mengupayakan berbagai langkah untuk mengatasi tingginya debit air sungai yang kerap memicu genangan dan banjir di sejumlah titik.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati, dalam talkshow di Radio Sonata, Selasa (14/4/2026).

Menurut Dini, keterbatasan kapasitas sungai membuat pemerintah harus mencari solusi tambahan untuk menampung limpasan air, terutama saat curah hujan tinggi.

“Sungai kita kapasitasnya terbatas. Dengan debit air yang besar, kami membangun ruang penampung sementara seperti kolam retensi, atau yang sering disebut embung,” ujar Dini.

Ia menjelaskan, kolam retensi berfungsi sebagai “parkir air” untuk menahan sementara debit air sebelum dialirkan kembali ke sungai. Selain itu, DSDABM juga menjalankan program Sumur Imbuhan Dalam di sekitar 20 titik pada tahun ini, serta melakukan konservasi di wilayah hulu melalui penanaman pohon.

Baca juga:   Sepinya Tengah Kota Bandung, Begini Kondisi PSBB

Meski demikian, Dini mengakui bahwa kapasitas penanganan masih belum sepenuhnya mencukupi. Saat ini, masih terdapat pekerjaan rumah dalam menampung sisa debit air yang belum tertangani.

“Kita masih punya PR sekitar 12 ribu (debit air). Penanganannya bertahap, mudah-mudahan hingga 2027 bisa bertambah lagi kapasitas tampungnya,” kata dia.

Dini menambahkan, pembangunan kolam retensi di Bandung tidak bisa dilakukan secara terpusat karena keterbatasan lahan. Oleh sebab itu, pemanfaatan lahan milik pemerintah menjadi strategi utama untuk menambah titik-titik penampungan air.

Selain faktor sungai, kondisi infrastruktur jalan dan drainase juga turut memengaruhi potensi genangan. Jalan berlubang, menurut Dini, dapat menjadi titik akumulasi air jika tidak ditangani dengan baik.

Baca juga:   Pawai Kendaraan Hias Meriahkan Hari Jadi ke-215 Kota Bandung

“Kalau jalan berlubang, air akan mengendap di situ. Jadi kondisi jalan dan drainase harus sama-sama baik,” ujarnya.

Untuk mempercepat penanganan, DSDABM membuka kanal pengaduan bagi masyarakat, baik melalui hotline maupun media sosial resmi. Warga diimbau untuk melaporkan kerusakan jalan, saluran air, maupun potensi longsor.

Di sisi lain, DSDABM juga tengah fokus menangani sejumlah titik genangan, salah satunya di kawasan sekitar Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dan Derwati. Di wilayah tersebut, telah dioperasikan tiga rumah pompa untuk mengurangi genangan.

Namun, tingginya debit air di sungai sekitar, seperti Sungai Cimanuk dan Rancabolang, menjadi kendala dalam percepatan surutnya air.

“Pompa kita berjalan semua, tapi sungainya juga penuh. Jadi harus menunggu air sungai surut terlebih dahulu,” kata Dini.

Baca juga:   4 Warga Tewas Akibat Kebakaran yang Terjadi di Pemukiman Padat Penduduk Pasirkoja Bandung

Ke depan, DSDABM berencana menambah satu rumah pompa serta meninggikan tanggul sungai guna meningkatkan kapasitas tampung air, dengan target realisasi pada 2027.

Selain itu, penataan permukiman di bantaran sungai juga menjadi perhatian pemerintah. Dini menyebut, pihaknya telah memiliki data terkait bangunan yang berada di kawasan tersebut dan akan dilakukan penataan secara bertahap.

“Semua sudah terdata. Ketika penataan dilakukan, akan jelas mana yang berada di sempadan sungai,” ujarnya.

Pemerintah pun mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menghadapi musim hujan, termasuk menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai, guna meminimalkan risiko banjir di Kota Bandung. (tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Tiwi Kasavela
Tags: bandungDSDABM Bandung


Related Posts

Sidang Doktor Ade Yusuf
HEADLINE

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

8 Mei 2026
Mahasiswa Tuli Unpad
HEADLINE

Nyaris Menyerah, Mahasiswa Tuli Ini Buktikan Bisa Wisuda dan Jadi Inspirasi di Unpad

6 Mei 2026
Sidang Doktor Wide Putra
HEADLINE

Wide Putra Ananda Raih Gelar Doktor dengan Cum Laude, Tawarkan Konstruksi Hukum Olahraga untuk Perlindungan Profesi Atlet

28 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.