WWW.PASJABAR.COM – Seorang ibu rumah tangga di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menjadi korban pencurian sepeda motor dengan modus berpura-pura membeli kendaraan.
Korban bernama Hesti Septiani harus kehilangan motor miliknya setelah pelaku membawa kabur kendaraan tersebut saat melakukan test drive. Aksi pelaku terekam kamera CCTV dan sempat viral di media sosial.
Peristiwa pencurian itu terjadi di Kampung Cibodas, Lembang. Dalam rekaman CCTV terlihat seorang pria bertubuh tambun mengenakan topi biru datang untuk melihat motor yang dipasarkan korban melalui media sosial.
Pelaku tampak serius memeriksa kondisi kendaraan sebelum akhirnya meminta izin untuk mencoba mengendarai motor tersebut.
Tanpa menaruh rasa curiga, korban mengizinkan pelaku melakukan test drive. Namun, setelah membawa motor keluar dari lokasi, pelaku justru melarikan diri dan tidak kembali lagi. Suami korban sempat berusaha mengejar pelaku, tetapi gagal karena pelaku melaju dengan cepat meninggalkan lokasi.
Menurut korban, motor tersebut sengaja dijual untuk kebutuhan biaya sekolah anaknya. Pelaku datang bersama seorang tukang ojek dan mengaku serius ingin membeli kendaraan tersebut. Karena merasa yakin, korban pun memperbolehkan pelaku mencoba motor matic miliknya.
Korban Rugi Belasan Juta Rupiah
Hesti Septiani mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut. Selain kehilangan kendaraan, uang hasil penjualan motor yang rencananya akan digunakan untuk biaya pendidikan anak kini tidak bisa diperoleh.
“Saya jual motor buat biaya sekolah anak. Tidak menyangka malah dibawa kabur seperti itu,” ujar Hesti.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp18 juta. Hingga kini motor milik korban juga belum ditemukan.
Kasus pencurian dengan modus test drive kendaraan ini telah dilaporkan ke Polsek Lembang. Polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV dan keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.
Masyarakat pun diimbau agar lebih berhati-hati saat melakukan transaksi jual beli kendaraan, terutama dengan orang yang baru dikenal melalui media sosial. Warga disarankan tidak memberikan kesempatan test drive tanpa jaminan identitas yang jelas demi menghindari tindak kriminal serupa. (uby)







