CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bandung, Pemerintah Siapkan Pola Distribusi Baru

Budi Arif
4 Februari 2025
tahun baru bandung

Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, Asep Koswara. (foto: pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, A. Koswara, angkat bicara terkait isu kelangkaan gas LPG 3 kilogram (kg) yang terjadi setelah agen resmi Pertamina dilarang menjual langsung kepada pengecer.

Menurutnya, kelangkaan ini tidak hanya terjadi di Kota Bandung, melainkan hampir di seluruh wilayah Indonesia.

“Kelangkaan gas elpiji ini terjadi di seluruh Indonesia, bukan hanya di Kota Bandung. Kemungkinan ada reformulasi untuk mencari cara distribusi yang lebih baik,” ujar Koswara, Senin (3/2/2025).

Baca juga:   Gas Subsidi Langka, Perajin Tahu di Bandung Terpaksa Beralih ke Kayu Bakar

Ia menilai, langkah pemerintah saat ini bertujuan menata ulang distribusi gas LPG bersubsidi agar lebih tepat sasaran.

Dengan demikian, diharapkan harga jual kepada masyarakat sesuai dengan batasan yang telah ditetapkan.

“Saya melihat rantai pasoknya terlalu panjang, dari distributor, agen, hingga pengecer. Ini membuat harga jual menjadi lebih mahal bagi masyarakat,” jelasnya.

Koswara juga menyebutkan bahwa pemerintah daerah masih menunggu arahan lebih lanjut terkait peran mereka dalam mengendalikan distribusi gas bersubsidi ini.

Baca juga:   ITB Wisuda 1.877 Lulusan dari Program Sarjana, Magister, dan Doktor

“Kemungkinan ada perubahan pola penyaluran. Saat ini dihentikan sementara, dan kita menunggu pola baru seperti apa. Kalau diminta membantu pengendalian, kita siap membantu,” tegasnya.

Sementara itu, Hari, salah satu penyalur LPG 3 kg di kawasan Jalan Suryani, Kota Bandung, mengungkapkan bahwa pihaknya kini hanya melayani penjualan satu tabung LPG per warga sesuai instruksi pemerintah.

“Antrean terjadi karena aturan baru. Setiap pengecer dihentikan sementara karena harga melambung tinggi. Jadi, warga harus membeli langsung ke pangkalan sesuai HET, yaitu Rp16.600,” ujarnya.

Baca juga:   Berikut Jadwal Libur Idul Fitri di Lingkungan Paguyuban Pasundan

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa mulai 1 Februari 2025, agen resmi Pertamina tidak lagi diperbolehkan menjual LPG 3 kg kepada pengecer.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya penataan distribusi LPG bersubsidi agar lebih tepat sasaran dan menjaga kestabilan harga di masyarakat. (rif)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: gas elpijikelangkaan gas elpiji


Related Posts

gas elpiji
HEADLINE

Antrean Gas Elpiji 3 Kg Diprediksi Berkurang, Pengecer Kembali Diaktifkan

5 Februari 2025
gas bandung
HEADLINE

Gas Subsidi Langka, Perajin Tahu di Bandung Terpaksa Beralih ke Kayu Bakar

4 Februari 2025
harga elpiji naik
HEADLINE

Distribusi Gas LPG 3 Kg Dibatasi, Warga Bandung Keluhkan Antrean Panjang

4 Februari 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.