SURABAYA, WWW.PASJABAR.COM— Tak banyak yang tahu, di balik megahnya Gedung Nasional Indonesia (GNI) dan makam pahlawan Dr. Soetomo, tersimpan sebuah ruang bersejarah yang begitu kaya makna: Museum Dr. Soetomo.
Letaknya memang agak tersembunyi di sisi selatan kawasan tersebut, sehingga selama ini banyak masyarakat mengira kawasan itu hanya makam dan pendopo semata.
“Dulu, bangunan museum tertutup pagar tembok sehingga orang jarang menyadari ada ruang pamer di dalamnya. Sekarang, tembok itu sudah dibuka dan diganti taman agar lebih terbuka bagi masyarakat,” jelas Staf Museum Dr. Soetomo, Agustina Maharani atau Rani, Minggu (31/8/2025).
Dr. Soetomo dikenal luas sebagai salah satu penggagas kebangkitan nasional Indonesia. Bersama rekan-rekannya, ia mendirikan organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Dari sanalah semangat perjuangan kaum muda lahir, menjadi tonggak awal kesadaran untuk melawan penjajahan Belanda.
“Beliau ini bukan hanya dokter, tapi juga pejuang yang punya visi besar. Semangatnya menginspirasi generasi muda saat itu untuk bangkit,” tambah Rani.
Keinginan Dr. Soetomo untuk selalu dekat dengan rakyat Surabaya pun tercermin dari wasiat terakhirnya. Sebelum wafat, ia berpesan agar dimakamkan di sekitar GNI.
“Beliau ingin walaupun sudah tiada, tetap berada di tengah masyarakat yang sangat dicintainya,” ungkap Rani.
Museum Dr. Soetomo memiliki tiga zona utama. Lantai pertama di zona awal menampilkan biografi lengkap: perjalanan hidup, tempat bertugas, hingga kiprah beliau di berbagai kota. Lantai dua menyoroti profesinya sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin, dengan koleksi peralatan medis yang digunakan pada masanya.
Zona kedua berisi rekam jejak perjuangan, mulai dari organisasi yang ia dirikan hingga proses pembangunan Gedung Nasional Indonesia.
Zona terakhir membawa pengunjung menapak tilas hingga ke makam Dr. Soetomo, sehingga satu kunjungan museum menjadi pengalaman utuh: mengenal, memahami, sekaligus berziarah.
Rani berharap masyarakat Surabaya dan Indonesia pada umumnya, lebih sering meluangkan waktu berkunjung ke museum.
“Surabaya ini kota pahlawan. Banyak sekali museum yang mengulas perjuangan para tokoh bangsa. Berkunjung ke museum adalah salah satu cara kita mengisi kemerdekaan, dengan mengenal dan menjaga warisan yang telah mereka berikan,” tuturnya.
Dengan membuka akses museum lebih luas, kisah Dr. Soetomo diharapkan tak hanya menjadi catatan sejarah, tapi juga inspirasi nyata bagi generasi muda. (tiwi)







