CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Aksara, Kekuasaan, dan Politik Sunda Dibedah dalam Diskusi Buku #101 Temu Sejarah

Tiwi Kasavela
3 Februari 2026
Aksara, Kekuasaan, dan Politik Sunda Dibedah dalam Diskusi Buku #101 Temu Sejarah

Ist

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM— Apakah aksara dapat menentukan siapa yang berkuasa dan siapa yang tersingkir dalam sejarah? Pertanyaan ini menjadi benang merah Diskusi Buku #101 yang diselenggarakan oleh Temu Sejarah Indonesia, mengangkat tema “Holle Line: Menelusur Akar Pemikiran Politik Sunda melalui Naskah dalam Peti Holle.”

Diskusi ini berangkat dari kajian kritis atas peran bahasa dan aksara dalam pembentukan struktur sosial-politik masyarakat Sunda pada masa kolonial. Di balik sistem undak-usuk basa Sunda—lemes, sedeng, dan kasar—tersimpan sebuah konstruksi historis yang tidak netral. Bahasa, dalam konteks ini, menjadi alat kekuasaan dan sekaligus saringan sosial.

Melalui proyek standarisasi bahasa Sunda berbasis aksara Latin, pemerintah kolonial Belanda membuka akses bagi kelompok tertentu untuk masuk ke dalam birokrasi dan lingkaran kekuasaan. Sebaliknya, mereka yang bertahan menggunakan aksara Arab Pegon perlahan tersingkir dari panggung sosial-politik. Proses ini melahirkan elit Sunda baru yang terdidik, independen, dan politis—sebuah fenomena yang kemudian dikenal sebagai Holle Line atau sumbu Holle.

Baca juga:   60 Tahun Pasca G30S, Temu Sejarah Explore #9 Dorong Refleksi Sejarah Bangsa

Tokoh sentral dalam proses ini adalah Karel Frederik Holle, seorang intelektual Belanda yang berperan penting dalam latinisasi bahasa Sunda. Gagasan dan pengaruh Holle diyakini tidak hanya membentuk elit terdidik, tetapi juga turut menentukan arah formasi politik Sunda, termasuk dinamika yang mengemuka pada masa pendirian Negara Pasundan.

Narasumber dan Kegiatan

Pembahasan mendalam mengenai tema tersebut akan diulas bersama :

Baca juga:   Yuk ikutan Lomba Resensi Buku “Kerja Untuk Indonesia”

• Iip D. Yanya, Penulis buku Holle Line
• Asep M. Iqbal, Ph.D., Dosen FISIP UIN Sunan Gunung Djati Bandung
• Nanang Suryana, Penulis Holle Line dan Dosen FISIP Universitas Padjadjaran

Diskusi Buku #101 akan diselenggarakan pada: Kamis, 5 Februari 2026 pukul 20.00–21.30 WIB via Zoom Meeting. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum.

Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengetik format: Daftar Diskusi Buku #101 – Nama – Domisili, lalu mengirimkannya ke 0895-3572-55688.

Baca juga:   Jobfair Online Kota Bandung Jadi Solusi Atasi Pengangguran

Sebagai bagian dari komitmen literasi sejarah, ebook Holle Line akan dibagikan secara gratis kepada peserta terdaftar melalui grup WhatsApp Temu Sejarah.

Melalui diskusi ini, Temu Sejarah berharap publik dapat melihat sejarah Sunda secara lebih kritis, bahwa bahasa dan aksara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga medan kuasa yang ikut menentukan arah perjalanan politik dan identitas suatu masyarakat.

Untuk informasi kegiatan dan diskusi sejarah lainnya, masyarakat dapat mengikuti akun @temusejarah. Diskusi akan menjadi ruang refleksi bersama bagi siapa pun yang ingin memahami sejarah Sunda dari sudut pandang yang lebih dalam dan kontekstual. (tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Tiwi Kasavela
Tags: Diskusi Bukuholle lineIip D YahyaTemu Sejarah


Related Posts

Malia Nur Alifa: Menyingkap Tabir Lembang Melalui Kepingan Sejarah yang Terlupakan
PASBANDUNG

Malia Nur Alifa: Menyingkap Tabir Lembang Melalui Kepingan Sejarah yang Terlupakan

16 April 2026
Peta Politik Sunda
PASBUDAYA

Menelusur Gurat Holle: Saat Aksara Latin Mengubah Peta Politik Sunda

10 April 2026
Mengulik Bandung Awal Revolusi 1945–1946, Kisah Kota di Titik Genting Kemerdekaan
PASBANDUNG

Mengulik Bandung Awal Revolusi 1945–1946, Kisah Kota di Titik Genting Kemerdekaan

13 Maret 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.