CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Kisruh BPJS PBI, Pasien Kanker Anak Terancam Tertunda Pengobatan

Uby
10 Februari 2026
Kisruh BPJS PBI, Pasien Kanker Anak Terancam Tertunda Pengobatan

Kisruh penonaktifan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) berdampak pada pasien kanker yang tinggal di Rumah Pejuang Kanker Ambu, Kota Bandung, Jawa Barat. (foto: uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Kisruh penonaktifan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) berdampak pada pasien kanker yang tinggal di Rumah Pejuang Kanker Ambu, Kota Bandung, Jawa Barat. Sejumlah pasien dilaporkan tidak dapat menjalani kemoterapi karena status kepesertaan BPJS PBI mereka dinonaktifkan.

Demi memastikan anak tetap mendapatkan pengobatan, sebagian orang tua terpaksa mendaftarkan BPJS mandiri berbayar.

Setelah kisruh penonaktifan BPJS PBI, banyak pasien mengeluhkan kesulitan berobat, termasuk anak-anak pejuang kanker yang tinggal di rumah singgah tersebut. Salah satunya Afzal, anak berusia tiga tahun asal Garut, yang hingga kini belum mendapatkan pelayanan kemoterapi akibat status BPJS PBI-nya nonaktif.

Baca juga:   Ciro Alves soal Persib Vs Persija Tanpa David da Silva

Orang tua Afzal terpaksa menitipkan anaknya di rumah singgah di Bandung agar bisa menjalani pengobatan. Namun saat mendaftarkan kemoterapi, pihak rumah sakit menolak karena status BPJS PBI Afzal tidak aktif.

Orang Tua Terpaksa Daftar BPJS Mandiri

Mengetahui hal tersebut, orang tua Afzal langsung kembali ke Garut untuk mengurus BPJS mandiri kelas tiga. Meski pendaftaran telah selesai, Afzal masih belum menjalani pengobatan Wilms tumor atau kanker ginjal karena proses administrasi baru diselesaikan.

Baca juga:   Sejuta Manfaat Daun Sambung Nyawa Dalam Kehidupan

Orang tua Afzal mengaku sangat membutuhkan BPJS PBI untuk menunjang pengobatan anaknya.

“Kami sangat membutuhkan BPJS PBI karena biaya pengobatan anak sangat besar. Tanpa bantuan itu, kami kesulitan melanjutkan kemoterapi,” ujar Hera Sagita, orang tua Afzal.

Sementara itu, pemilik Rumah Singgah Kanker Ambu, Dewi Nurjanah, mengatakan dari 31 anak penderita kanker yang tinggal di rumah singgah, baru satu anak yang terdeteksi BPJS PBI-nya nonaktif. Namun ia menegaskan mayoritas keluarga pasien berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Baca juga:   DPRD Kota Bandung Minta Pemerintah Tinjau Ulang Kenaikan BPJS

“Jika BPJS PBI dinonaktifkan, tentu sangat memberatkan keluarga pasien kanker, karena biaya pengobatan mereka sangat besar,” kata Dewi.

Para orang tua pasien berharap pemerintah tidak menonaktifkan BPJS PBI secara sepihak, karena program tersebut dinilai sangat membantu masyarakat kurang mampu dalam mendapatkan layanan kesehatan. (uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: anak pejuang kankerBPJSBPJS nonaktifBPJS PBIkankerkemoterapipejuang kanker


Related Posts

bpjs
HEADLINE

BPJS Ketenagakerjaan Beri Diskon Iuran 50 Persen untuk Pekerja Informal

2 April 2026
BPJS PBI
HEADLINE

BPJS PBI Nonaktif, Wamensos Pastikan Reaktivasi Segera Dilakukan

6 Februari 2026
kanker
HEADLINE

Waspada! Musim Hujan Bisa Jadi Perangkap Kanker Berbahaya

25 Agustus 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.