BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pasca ditetapkannya 1 Ramadan 1447 Hijriah oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, ratusan jemaah di Kota Bandung melaksanakan Salat Tarawih perdana di Masjid Pusdai, Rabu (18/2/2016) malam. Sejak selepas Salat Isya, jemaah mulai memadati area dalam masjid hingga pelataran, menandai dimulainya rangkaian ibadah tarawih perdana ini di bulan suci dengan penuh antusiasme.
Suasana khusyuk dan tertib terlihat saat saf-saf salat terisi oleh jemaah dari berbagai wilayah di Bandung dan sekitarnya. Tidak hanya orang dewasa, sejumlah anak-anak dan remaja juga tampak hadir bersama keluarga mereka. Pengurus masjid pun telah menyiapkan pengaturan saf dan pengeras suara untuk memastikan ibadah berjalan lancar.
Salat Tarawih malam pertama dilaksanakan sebanyak sebelas rakaat dan dipimpin oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar. Diperkirakan jumlah jemaah yang hadir mencapai antara 500 hingga 1.000 orang. Jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah pada malam-malam berikutnya.
Siapkan Itikaf dan Tadarus Selama Ramadan
Sekretaris DKM Pusdai, Ijang Faisal, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah program untuk mengisi kegiatan Ramadan tahun ini. Selain Salat Tarawih berjamaah, Masjid Pusdai juga akan menggelar tadarus Al-Qur’an serta itikaf, khususnya pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
“Kami ingin Masjid Pusdai menjadi pusat kegiatan ibadah dan syiar Islam selama Ramadan. Karena itu, selain Tarawih, kami juga mengadakan tadarus setiap malam dan itikaf di sepuluh malam terakhir,” ujar Ijang.
Ia menambahkan, berbagai kegiatan tersebut terbuka untuk umum dan diharapkan dapat meningkatkan semangat kebersamaan serta kualitas ibadah masyarakat. Dengan persiapan yang matang, pengurus optimistis Masjid Pusdai kembali menjadi salah satu pusat kegiatan Ramadan yang ramai dan penuh keberkahan di Kota Bandung. (uby)







