BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Ratusan warga di Kota Bandung, Jawa Barat, harus mengantre panjang untuk menukarkan uang baru yang disediakan Bank Indonesia pada Selasa (24/2/2026) pagi. Penukaran uang baru menjadi primadona setiap bulan Ramadan sebagai persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri.
Antrean terlihat memadati area GOR Saparua sejak pagi hari. Panitia membagi barisan antrean di dalam dan luar gedung guna menghindari penumpukan warga. Mereka yang datang tak hanya berasal dari Kota Bandung, tetapi juga dari Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan daerah sekitarnya.
Antusiasme Warga Sambut Lebaran
Proses penukaran uang baru tidaklah mudah. Warga diwajibkan mendaftar terlebih dahulu secara daring melalui aplikasi atau situs resmi Bank Indonesia. Dengan kuota terbatas, ribuan warga harus bersaing untuk mendapatkan jadwal penukaran.
Salah seorang warga, Anjani Rahmawati, mengaku rela datang lebih pagi demi mendapatkan uang pecahan baru untuk kebutuhan Lebaran.
“Setiap tahun memang selalu tukar uang baru untuk dibagikan ke anak-anak dan saudara di kampung. Jadi walaupun harus antre, tetap dijalani,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Indra, warga lainnya, yang menyebut proses pendaftaran daring menjadi tantangan tersendiri.
“Daftarnya harus cepat karena kuotanya terbatas. Tapi ini sudah jadi kebutuhan tiap Ramadan,” katanya.
Penukaran uang baru memang selalu disambut antusias masyarakat. Selain untuk tradisi berbagi kepada anak-anak dan kerabat, uang pecahan baru juga menjadi simbol kebahagiaan saat Hari Raya.
Tahun ini, Bank Indonesia membatasi jumlah penukaran uang baru maksimal Rp5,3 juta per orang. Pecahan yang tersedia bervariasi, mulai dari Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, hingga Rp20.000. Layanan penukaran juga dibuka secara serentak melalui mobil kas keliling di berbagai daerah di Indonesia guna memudahkan masyarakat. (uby)







