BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat pada tahun 2025 mengalami peningkatan menjadi 75,9 poin, naik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 74,92 poin. Capaian tersebut juga melampaui target yang telah ditetapkan sebesar 74,39 poin.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa peningkatan IPM 2025 didukung oleh perbaikan pada seluruh dimensi penyusunnya, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.
Dari sektor kesehatan, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berhasil menurunkan angka kematian balita menjadi 6,67 per 1.000 kelahiran hidup.
Selain itu, usia harapan hidup meningkat menjadi 75,53 tahun, yang menunjukkan adanya perbaikan kualitas layanan kesehatan dan kondisi kesejahteraan masyarakat secara umum.
Penguatan Sektor Pendidikan dan Infrastruktur
Pada dimensi pendidikan, harapan lama sekolah meningkat menjadi 13,02 tahun. Rata-rata lama sekolah juga menunjukkan tren positif, yakni mencapai 9,46 tahun pada 2025, melampaui target 9,35 tahun dan meningkat 0,22 tahun dibandingkan capaian 2024 sebesar 9,24 tahun.
Untuk memperkuat capaian tersebut, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melakukan berbagai intervensi strategis pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus. Melalui Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD), dukungan pembiayaan diberikan kepada 578.196 siswa SMA, 367.040 siswa SMK, dan 9.376 siswa SLB.
Selain itu, Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) yang merupakan kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat disalurkan kepada 261.488 siswa SMA, 667.298 siswa SMK, dan 19.975 siswa SLB sebagai instrumen afirmasi untuk menjaga keberlanjutan akses pendidikan dan menekan potensi putus sekolah.
Intervensi tambahan dilakukan melalui Beasiswa Personal Pancawaluya yang menjangkau 3.503 siswa SMA, 5.662 siswa SMK, dan 235 siswa SLB. Guna mendukung peserta didik dari keluarga kurang mampu.
Dukungan operasional satuan pendidikan turut diperkuat melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang menjangkau 1.715 SMA, 2.884 SMK, dan 391 SLB di Jawa Barat.
Dari sisi penyediaan infrastruktur, pemerintah daerah merealisasikan pembangunan 11 Unit Sekolah Baru (USB) serta pembangunan 722 ruang kelas baru dan ruang praktik siswa.
Selain itu, dilakukan penyediaan meubelair bagi 397 sekolah, rehabilitasi 224 ruang kelas. Serta pembangunan 290 unit toilet guna mendukung kualitas pembelajaran dan sanitasi sekolah.
Strategi Peningkatan IPM ke Depan
Secara keseluruhan, penguatan intervensi pada sektor kesehatan dan pendidikan tersebut berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat.
Sinergi kebijakan pembiayaan pendidikan, perluasan akses layanan, serta pembangunan infrastruktur sekolah menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan komponen pembentuk IPM tahun 2025.
Pemda Provinsi Jawa Barat akan terus berupaya meningkatkan IPM melalui pemerataan sarana prasarana pendidikan. Termasuk penambahan unit sekolah baru, perbaikan ruang kelas, dan penguatan pendidikan berkarakter.
Digitalisasi pembelajaran juga akan diterapkan untuk mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antara kota dan kabupaten melalui platform pembelajaran digital yang terstandarisasi.
Dalam sektor kesehatan, peningkatan fasilitas dan sumber daya manusia bidang kesehatan menjadi fokus ke depan. Selain itu, peningkatan layanan primer dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terus didorong sebagai langkah preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Kami juga terus berupaya meningkatkan pengeluaran per kapita melalui peningkatan konsumsi masyarakat dengan upaya peningkatan pendapatan,” ucap Dedi. (*)





