BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Partai Golkar Jawa Barat akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI pada 1–3 April 2026 di Hotel Trans Bandung. Seluruh persiapan disebut telah rampung, mulai dari pembentukan panitia hingga mekanisme pemilihan ketua yang dipastikan berlangsung terbuka.
Sekretaris DPD Golkar Jabar, MQ Iswara, mengungkapkan kepastian jadwal tersebut setelah pihaknya menerima surat persetujuan dari DPP Partai Golkar serta arahan dari Ketua Golkar Jabar Tubagus Ace Hasan Syadzily.
“Alhamdulillah, pada 29 Maret telah keluar surat dari DPP yang memberikan izin pelaksanaan Musda Partai Golkar Jawa Barat pada 1 hingga 3 April 2026,” ujar Iswara dalam konferensi pers di Kantor DPD Partai Golkar Jabar, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, pengajuan jadwal Musda telah dilakukan sejak 26 September 2025, bersamaan dengan penyampaian susunan kepanitiaan hasil rapat pleno. Dalam struktur tersebut, posisi Ketua Panitia Penyelenggara diisi Yod Mintaraga, Ketua Steering Committee (SC) dipimpin Yomanius Untung, dan Ketua Organizing Committee (OC) dipercayakan kepada Deden Nasihin.
Menurut Iswara, meski waktu persiapan relatif singkat, seluruh perangkat Musda telah siap bekerja, bahkan surat keputusan kepanitiaan sudah ditetapkan pada 30 Maret 2026.
Pendaftaran Ketua Dibuka, Syarat Minimal 30 Persen Dukungan
Ketua Panitia Penyelenggara Musda, Yod Mintaraga, menegaskan bahwa seluruh aspek teknis pelaksanaan telah disiapkan, mulai dari jadwal, materi sidang, hingga mekanisme pemilihan ketua.
Musda XI Golkar Jabar akan membahas laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya serta menyusun program kerja ke depan. Agenda utama lainnya adalah pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat yang baru.
Sementara itu, Ketua SC Musda, Yomanius Untung, menyampaikan bahwa pendaftaran bakal calon ketua dibuka sejak hari pertama pelaksanaan. Setiap calon wajib mengantongi dukungan minimal 30 persen dari total 33 pemilik suara, atau setidaknya 10 dukungan sah.
“Setiap pemilik suara hanya boleh memberikan dukungan kepada satu calon. Jika ganda, otomatis gugur,” tegasnya.
Pendaftaran dibuka mulai pukul 09.00 hingga 24.00 WIB dan akan disertai proses verifikasi oleh tim gabungan dari DPP, DPD, serta panitia pengarah. Selain dukungan, calon juga harus memenuhi sejumlah syarat. Seperti aktif minimal lima tahun, berpendidikan minimal S1. Serta memiliki rekam jejak prestasi, dedikasi, disiplin, loyalitas, dan tidak tercela.
33 Pemilik Suara dan Ace Hasan Dipastikan Tak Maju
Iswara menambahkan, terdapat 33 pemilik suara dalam Musda kali ini, yang berasal dari DPD kabupaten/kota, DPD Golkar Jabar, organisasi sayap, organisasi pendiri dan didirikan, serta unsur DPP dan Dewan Pertimbangan.
Terkait pembukaan, pihaknya telah mengundang Ketua Umum DPP Partai Golkar. Namun, karena agenda kenegaraan, kemungkinan pembukaan akan diwakili oleh Sekretaris Jenderal atau Wakil Ketua Umum.
Dalam kesempatan tersebut, Iswara juga memastikan bahwa Tubagus Ace Hasan Syadzily tidak akan maju kembali dalam kontestasi pemilihan ketua. Keputusan itu diambil karena Ace Hasan mendapat penugasan strategis di tingkat pusat sebagai Gubernur Lemhannas sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar.
Meski demikian, Iswara mengungkapkan bahwa sebagian besar kader di daerah masih menginginkan Ace Hasan kembali memimpin Golkar Jawa Barat. Mengingat capaian elektoral partai yang meningkat dalam beberapa pemilu terakhir.
“Dukungan itu juga dilandasi dari hasil Pileg, di mana kursi Partai Golkar itu naik. DPR RI naik dari 14 menjadi 16 kursi. Kemudian DPRD Provinsi dari 17 menjadi 19 kursi, DPRD kabupaten kota dari 194 menjadi 207 kursi,” jelasnya.
Ia menambahkan, keputusan Ace Hasan untuk tidak maju juga telah disampaikan dalam kegiatan bersama kader. Seiring arahan DPP yang meminta dirinya fokus menjalankan tugas di tingkat pusat. (*)




