BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Jumlah pembeli hewan kurban yang membeli secara langsung di Kota Bandung, diprediksi turun 10 sampai 20 persen.
“Penurunan ini, lantaran ada pandemi Corona, sehingga banyak yang mempertimbangkan membeli secara online maupun berkurban dengan memberi uangnya,” ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, kepada wartawan Selasa (7/7/2020).
Gin Gin mengatakan, tahun lalu, jumlahnya sekitar 26 ribu ekor yang terdiri dari sapi dan domba.
Tahun ini, sebenarnya orang yang berkurban diprediksi meningkat, karena tidak dilaksanakan ibadah haji.
“Kalau ada ibadah haji, biasanya kan berkurban di tempat haji. Sekarang kan bisa berkurban di sini. Tapi mereka berkurban dengan cara yang lain,” tuturnya.
Meskipun, Gin Gin mengatakan, pihaknya tidak menjamin bahwa kondisi hewan kurban yang dijual secara online akan terperiksa oleh tim pemeriksa hewan kurban. “Kan susah kalau harus memeriksa hewan kurban yang dijual secara online,” tuturnya.
Karenanya, Gin Gin mengatakan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk lebih teliti dalam membeli hewan kurban.
“Kita pun melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka paham hewan kurban yang baik,” tambahnya.
Di sisi lain, Gin Gin mengatakan, ada juga pedagang yang langsung meminta Dispangtan untuk datang dan mengecek kondisi hewan kurban yang mereka jual. “Kalau ada yang seperti ini, kami sangat terbantu,” terangnya.
Dalam masa pandemi ini, Gin Gin mengingatkan, jangan sampai dalam pembagian hewan kurban terjadi antrean. Bahkan panitia penyembelihan hewan kurban harus bisa menjamin, tidak akan ada kerumunan.
“Untuk pemotongan hewan kurban, disarankan dipotong di rumah potong hewan. Namun, harus daftar terlebih dahulu sebelum membawa hewan kurban ke RPH. Namun jika tidak memungkinkan silahkan dipotong masing-masing, namun dengan syarat harus sesuai protokol kesehatan,” pungkasnya. (put)






