CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Bandung Kelebihan Stok Vaksin Covid -19

Yatti Chahyati
30 September 2021
Aturan Penerima Vaksin di Kota Bandung Berubah – Ubah

ilustrasi (pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna mengaku jika Kota Bandung kelebihan stok vaksin. Hal itu lantaran pemerintah pusat memberikan vaksin lebih banyak dari pengajuan.

“Kita kelebihan vaksin 200 ribu, minta 600 ribu dikasihnya 400 ribu,” ujar Sekda Kota Bandung, Ema Suamarna, kepada wartawan, belum lama ini.

Oleh karenanya capaian vaksin di Kota Bandung sudah mencapai 80 persen. “Saya yakin, pada November pasti herd immunity akan tercapai, setidaknya pada Desember lah. Dan itu masih on the track,” tuturnya.

Baca juga:   Sahur Pertama Bupati Bandung di Rumah Warga

Sementara prihal kemungkinan dilaksanakannya SWAB gratis untuk siswa, Ema mengatakan harus menanyakan hal ini kepada Dinas Kesehatan Kota Bandung.

“Kalau untuk SWAB gratis itu kan program. Kalau program sementara ini tidak ada untuk anak. Jadi kita harus tanya alokasikan dananya ada atau tidak,” terangnya.

Disinggung mengenai klaster di sekolah, Ema mengatakan hingga sekarang belum mendapat laporan dari Dinas Pendidikan. “Ya kita percaya saja pada Dinas Pendidikan, karena mereka kan yang ada di lapangan,” tambahnya.

Baca juga:   HUT TNI ke-80: Dedi Mulyadi Tegaskan NKRI Hanya Kuat Jika TNI dan Rakyat Bersatu!

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan, tidak ada yang namanya klaster sekolah.

“Istilah klaster sekolah kan sudah di hapus dari pemerintah pusat,” katanya.

Pasalnya, lanjut lelaki yang akrab disapa Emil itu, kasus covid-19 yang terjadi di sekolah, bisa jadi tidak terinveksi di sekolah.

“Bisa saja mereka terinveksi di rumah atau di tempat lain. Makanya tidak ada itu yang namanya klaster sekolah,” terangnya.

Baca juga:   Ibu Rumah Tangga jadi Korban Pelecehan, Polisi Ringkus Pelaku

Hal nya dengan pemberhentian pembelajaran tatap muka di Jabar setelah ditemukan ada kasus covid-19, Emil mengatakan tidak begitu saja bisa diambil keputusan itu.

“Kita harus lihat kasusnya per wilayah. Jangan sebuah kasus terjadi di satu titik lalu mempengaruhi seluruh titik,” pungkasnya.  (Put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: COVID-19ema sumarnaSekda Kota Bandungvaksin


Related Posts

Bio Farma vaksin
HEADLINE

Bio Farma Perkuat Peran Indonesia dalam Jaringan Produsen Vaksin Dunia

22 Oktober 2025
COVID-19
HEADLINE

Kasus COVID-19 Naik, Menkes Minta Masyarakat Waspada

11 Juni 2025
Kasus COVID
HEADLINE

RSHS Bandung Siaga Hadapi Potensi Lonjakan Kasus COVID-19

9 Juni 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.