CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Bandung Lautan Api di Mata Ceu Popong dan Kang Yana

Yatni Setianingsih
23 Maret 2022
Bandung Lautan Api di Mata Ceu Popong dan Kang Yana

Sesepuh Jawa Barat Popong Otje Djunjunan (foto : put/PASJABAR)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Sesepuh Jawa Barat Popong Otje Djunjunan memaknai peringatan Bandung Lautan Api ke-76 tahun ini, sebagai ajang untuk membuktikan seluruh warga Kota Bandung mencintai Bandung dengan cara dan perannya sendiri.

“Siapapun kita, tunjukan bahwa kita mencintai Kota Bandung. Bagaimana caranya? Yaitu dengan menjadi yang terbaik sebagaimana kondisi kita sekarang,” ujar Anggota DPRD RI dari Fraksi Partai Golkar tersebut, kepada wartawan Rabu (23/3/2022).

Wanita yang akrab disapa Ceu Popong ini mengatakan, memang ada perubahan yang dilihatnya, jika membandingkan pemuda zaman sekarang dan pemuda di eranya.

“Ya bagaiamanapun juga, pasti ada perbedaan antara pemuda dulu dan sekarang. Yang jelas karena di Kota Bandung ini banyak pendatang, karenanya banyak pengaruh yang masuk baik itu pengaruh buruk dan pengaruh baik,” jelasnya.

Popong mengatakan, banyak pendatang yang berperilaku buruk dengan membuang sampah tidak pada tempatnya, atau bahkan merusak lingkungan Kota Bandung.

Baca juga:   Yana Mulyana Pasrah Tak Miliki Wakil Wali Kota Bandung

Padahal, lanjutnya Popong mengaku sering mengingatkan kepada para pendatang di Kota Bandung agar bisa menjaga Kota Bandung, harus bisa mengikuti pepatah di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Artinya sama-sama menjaga dan mencintai Kota Bandung.

“Tapi yang mau bagaimana lagi, warga Kota Bandungnya sendiri sering melakukan itu (hal-hal yang buruk,red) juga,” kelekar Popong.

Di sisi lain, Popong mengingatkan, bahwa Kota Bandung ini bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga merupakan kota yang terbuka yang tidak bisa melarang siapapun masuk ke kotanya.

“Kecuali kalau kita negara terpisah, sehingga kita bisa punya aturan sendiri. Dan untuk masuk ke Bandung perlu paspor,” canda Popong.

Popong juga mengingatkan, sebagai warga Kota Bandung, harus bisa menjaga kebanggaan Kota Bandung di mata nasional terlebih di mata dunia internasional. Popong menceritakan, bagaimana sambutan meriah diberikan kepadanya jika sedang melakukan perjalanan ke luar negeri.

Baca juga:   Pemkot Bandung Siap Hadapi Musim Hujan, Fokus Antisipasi Banjir dan Sampah Liar

“Jadi kalau kami sedang melakukan perjalanan ke luar negeri, kan kami memperkenalkan diri masing-masing. Kalau anggota dari daerah lain mempernkenalkan diri paling hanya tepuk tangan, tapi kalau Ceu Popong memperkenalkan diri dan mengatakan berasal dari Bandung, pasti akan mendapatkan sambutan meriah. Hal ini menunjukkan, Kota Bandung ini punya hal-hal yang istimewa dibandingkan kota lain di Indonesia,” paparnya.

Popong yakin salah satu yang istimewa dari Kota Bandung adalah sejarahnya mempertahankan Kota Bandung sampai membakar kotanya sendiri daripada harus dijajah.

Hal tersebut, merupakan harga diri dan bentuk warga Kota Bandung tidak ikhlas kotanya dijajah.

Baca juga:   Peringatan BLA, Forkopimda Bandung Tabur Bunga di TMP Cikutra

Melawan COVID-19

Sementara itu, Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana memaknai peringatan BLA tahun ini masih seputar perjuangan melawan pandemic COVID-19.

“Perjuangan kita sekarang tidak seberat para pahlawan, makanya kita harus bisa menunjukkan bahwa kita mampu Bersatu melawan COVID-19,” terang Yana.

Meski banyak agenda tahunan yang masih belum bisa digelar dalam penyambut BLA tahun ini, Yana mengatakan tidak ada penurunan semangat dalam memaknai BLA tahun ini.

“Memang untuk pawai obor yang biasanya digelar, tahun ini masih belum boleh. Tapi ya itu tidak mengurangi makna BLA tahun ini ya,” terangnya.

Sebagai rangkaian peringatan BLA, Yana beserta Forkopimda dan beberapa orang pejabat di lingkungan Pemkot Bandung, ziarah ke Taman Makam Pahlawan, Cikutra. Pada kesempatan tersebut, Yana menyempatkan diri berziarah ke makam ayahnya. (put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Bandung lautan apiCeu PopongPlt Wali Kota Bandung Yana Mulyana


Related Posts

tabur bunga cikutra
HEADLINE

Peringatan BLA, Forkopimda Bandung Tabur Bunga di TMP Cikutra

24 Maret 2025
Upaya Rawat Sejarah Bandung Lautan Api, Pihak Desa, TNI dan Polri Rawat Situs Mohammad Toha
PASJABAR

Upaya Rawat Sejarah Bandung Lautan Api, Pihak Desa, TNI dan Polri Rawat Situs Mohammad Toha

20 Januari 2024
Monumen Jejak “Bandung Lautan Api dan Mohammad Toha”
PASJABAR

Monumen Jejak “Bandung Lautan Api dan Mohammad Toha”

10 September 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.