CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

FISS Unpas Jadi Tuan Rumah Pagelaran 6 Drama Pondok Basa Sunda

Nissa Ratna
30 Oktober 2022
FISS Unpas Jadi Tuan Rumah Pagelaran 6 Drama Pondok Basa Sunda

FISS Unpas Jadi Tuan Rumah Pagelaran 6 Drama Pondok Basa Sunda (Foto: unpas.ac.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, WWW.PASJABAR.COM – Fakultas Ilmu Seni dan Sastra (FISS) Universitas Pasundan menjadi tuan rumah pagelaran 6 Drama Pondok Basa Sunda karya Rinrin Candraresmi di Aula Haji Hasan Mustofa, Kampus Setiabudhi, Kamis (27/10/2022).

Pagelaran 6 drama ini merupakan produksi kelompok teater Warna Panggung yang berkolaborasi dengan FISS Unpas, Disbudpar Kota Bandung, Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda (PDPBS) Universitas Padjadjaran, dan lain-lain.

Baca juga:   Mengenal Lebih Dekat Prodi Fotografi Unpas: Jalur Masuk, Kelas, dan Pemetaan Minat

Enam naskah tersebut menampilkan cerita berbahasa Sunda mengenai kehidupan sosial masyarakat dan melibatkan pemain dengan latar belakang yang berbeda-beda. Setiap naskah dimainkan oleh dua orang.

Keenam naskah dipentaskan secara medley dalam durasi dua jam. Selama dua jam, penonton disuguhi drama pendek dengan beragam tema, mulai dari asmara, nasionalisme, hedonisme, hingga kekayaan alam.

Baca juga:   STQH Kota Bandung Digelar, 213 Orang Berlomba Jadi Terbaik

Dekan FISS Unpas Dr. Hj. Senny Suzanna Alwasilah, M.Pd. juga turut berperan dalam salah satu naskah bergenre asmara yang berjudul “Hate Ratug Tutunggulan”. Ia memerankan tokoh Komala dan beradu peran dengan Nanan Supriyatna.

“Hate Ratug Tutunggulan bercerita tentang dua orang yang dulunya teman semasa sekolah. Berpuluh tahun tidak bertemu karena tinggal di beda negara, namun akhirnya dipertemukan kembali lewat media sosial,” katanya.

Baca juga:   PJ Walikota Bandung Keluarkan SE: Study Tour Diperketat

Tokoh Komala menetap di Inggris, sementara Sangga (lawan mainnya) di Indonesia. Keduanya mengenang kembali masa lalu saat sekolah dan saling menumpahkan isi hatinya melalui WhatsApp.

Lima naskah lain yang ditampilkan berjudul Sabot Moyan, Bandera, Girimis Wanci Magrib, Purbararang, dan Sora-sora Jeroning Sirah. (*/Nis)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nissa Ratna
Tags: FISS UNPASPentas Seni


Related Posts

unpas
PASPENDIDIKAN

Mahasiswa Fotografi Unpas Gelar Pameran “Bernafas—Hidup di Detik Ini”

27 Februari 2026
unpas
PASPENDIDIKAN

Mahasiswa DKV Unpas Pamerkan Karya UAS dalam Pameran Tiga Hari

31 Januari 2026
unpas
HEADLINE

PKKMB FISS Unpas 2025 Angkat Tema “Wanoh Ka Lisung Apal ka Beas”

18 September 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.