CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Mengenal Tata Atik, Veteran Tertua di Bandung

Yatti Chahyati
20 Agustus 2020
Mengenal Tata Atik, Veteran Tertua di Bandung

Tata Atik. Pria asal Bandung ini berusia 120 tahun dan tercatat sebagai veteran paling tua di Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Bandung. (ors/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Mayoritas orang tak akan menyangka dengan sosok Tata Atik. Pria asal Bandung ini berusia 120 tahun dan tercatat sebagai veteran paling tua di Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Bandung.

Wajahnya memang jelas terlihat sepuh. Namun, ia masih memiliki fisik yang tergolong kuat untuk pria seusianya. Ia masih bisa berjalan sendiri tanpa dipapah orang lain, serta bisa melakukan aktivitas lainnya.

“Saya usia 120 tahun sekarang, sudah terlalu tua,” ujar Tata.

Tata sendiri punya rekam jejak panjang sebagai pejuang. Ia pernah terlibat dalam beberapa pertempuran melawan penjajah dan kelompok penentang kemerdekaan Indonesia.

Salah satunya, ia terlibat dalam Pertempuran Tarakan pada 1945. Tata sendiri pernah jadi bagian dari PGT alias Pasukan Gerak Tjepat.

PGT sendiri beberapa kali berganti nama, mulai dari Resimen Tim Pertempuran PGT, Komando Pertahanan Pangkalan Angkatan Udara (KOPPAU), Komando Pasukan Gerak Tjepat (Kopasgat),Pusat Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (PUSPASKHASAU), hingga terakhir Korps Pasukan Khas TNI AU (KORPASKHASAU).

Baca juga:   Veteran Bandung Sebut Perjuangan Sekarang Lebih Sulit

Di usia senjanya, ingatan Tata masih lekat terhadap berbagai pertempuran. Bahkan, sesekali ia memperlihatkan beberapa bekas luka dari pertempuran. Luka itu pun membekas pada tubuh dan ingatannya. Contohnya bekas sayatan samurai di lengan kirinya.

“Ini dulu kena samurai sama pasukan Jepang,” ungkapnya sambil memperlihatkan guratan panjang bekas luka di lengan.

Selain itu, ada beberapa luka lain yang pernah dialami dan membekas. Namun, ia tak menyesalinya. Ia bangga pernah jadi bagian Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari berbagai musuh.

Ia berharap perjuangannya dan apa yang dilakukan para pejuang lainnya dikenang. Harapan lebih besarnya, ia ingin generasi muda memiliki semangat besar bak pahlawan dalam mengisi kemerdekaan dengan ragam kegiatan positif.

Tata lalu bercerita perjuangannya dalam peristiwa Bandung Lautan Api (BLA) pada 23 Maret 1946. Ia ingat betul bagaimana kobaran api yang membumihanguskan Bandung saat itu. Sedangkan di saat yang sama, warga berbondong-bondong meninggalkan kota yang dicintainya.

Baca juga:   Jumlah Wisatawan di Kabupaten Bandung Terus Meningkat

“Saya waktu itu yang membakar Bandung dari Kebonkawung sampai Dayeuhkolot,” ungkap Tata.

Namun, berbagai kenangan pertempuran itu kini jadi kenangan. Hal itu ia simpan di usia senjanya. Tata sendiri kini lebih banyak beraktivitas di rumah. Sebab, tenaganya jelas sudah tak lagi seperti anak muda.

Terlebih, pendengaran Tata kini juga semakin berkurang. Untuk berbincang dengan Tata harus berbicara agak keras dan mendekat ke arah telinganya. Selain itu, sesekali ia juga menerawang pengalaman masa lalunya untuk menjawab pertanyaan seputar kisah hidupnya.

Namun, berbagai lencana pada pakaian veterannya menjadi bukti bahwa ia seorang pejuang. Hal lainnya adalah kemampuannya berbahasa Jepang. Sedangkan untuk bahasa Belanda, ia mengaku tak mempelajarinya karena dulu terlanjur benci dengan mereka sebagai penjajah.

Baca juga:   Kemarau Panjang di Cipageran: Petani Cabai Terancam Gagal Panen

Rahasia Umur Panjang

Salah satu yang menarik dari sosok Tata Atik tentu usianya. Di usia 120 tahun, ia tergolong masih gagah dan kuat jika dibanding orang seusianya. Bahkan, suaranya pun masih cukup keras dan jelas ketika berbicara.

Ternyata, ada rahasia khusus yang membuatnya panjang umur. Ia kerap mengonsumsi buah dari pohon mahoni. Ia juga sering mengonsumsi kina.

“Mahoninya dikupas aja terus dimakan. Kalau kina sekarang jarang (dimakan) karena untuk dapatnya juga susah,” papar Tata.

Sehari sekali, mahoni itu ia kerap konsumsi. Mahoni itu juga yang dirasa membuat tubuhnya begitu bugar hingga sekarang. “Saya makan mahoni itu dari tahun 1930-an, dari Zaman Belanda,” ucap Tata.

Ia pun berpesan kepada generasi muda agar menjaga kesehatan. Sehingga, berbagai kegiatan positif dalam mengisi kemerdekaan bisa dilakukan. (ors)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: veteranveteran tertua


Related Posts

Menhan Prabowo Subianto memberikan sambutan pada Hari Veteran Nasional 2023 di Solo, Jateng, Kamis (10/8/2023).
PASNUSANTARA

Prabowo Subianto Usulkan Peningkatan Kesejahteraan Veteran

10 Agustus 2023
Yang Berbeda di Hari Veteran Nasional Tahun Ini
HEADLINE

Yang Berbeda di Hari Veteran Nasional Tahun Ini

10 Agustus 2020
PASBANDUNG

Veteran Bandung Sebut Perjuangan Sekarang Lebih Sulit

17 Agustus 2019

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.