BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana berharap angka reproduksi COVID-19 di Kota Bandung tidak menyentuh angka 1 persen.
“Selama ini angka reproduksi di Kota Bandung sekitar 0,86 paling tinggi di 0,98. Jangan sampai lah menyentuh angka 1,” ujar Yana kepada wartawan, Rabu (9/9/2020).
Menurut Yana, kalau angka reproduksi menyentuh 1, maka relaksasi bisa dibatalkan. Tempat-tempat hiburan dan pusat perbelanjaan bisa ditutup. “Yang selama ini dibuka bisa ditutup lagi,” tuturnya.
Yana mengatakan peningkatan angka reprodukai ini merupakan salah satu konsekuensi dilakukannya tes swab secara masif. “Namun, jika sudah diketahui terpapar maka bisa langsung diantisipasi dan dilakukan penyembuhan,” terangnya.
Jika nantinya ditemukan ada cluster baru, Yana mengatakan bukan tidak mungkin dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM). “Tapi kalau PSBB atau lock down ya kemungkinan tidak,” katanya.
Untuk itu tambah Yana, Pemkot Bandung terus berusaha untuk memasifkan pentingnya mematuhi protokol kesehatan dengan ketat.
“Yang paling penting adalah menggunakan masker. Karena virus ini menukar melalui droplet, sehingga yang paling tepat dengan menggunakan masker,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded. M Danial mengatakan, Pemkot Bandung terus melajukan upaya pencegahan penularan covid-19. Setelah dikonfirmasi 117 orang ASN di lingkungan Pemkot Bandung, Oded mengatakan dilakukan penyemprotan secara rutin di lingkungan Pemkot Bandung.
“Penyemprotan kami lakukan secara rutin dan harusnya dilakukan di semua ruangan,” katanya.
Itu untuk mencegah penularan covid-19 di lingkungan Pemkot Bandung. Oded mengakui, dengan dilakukannya tes swab secara masif ada kemungkinan penambahan kasus positif covid-19.
Karenanya, Oded meminta aparat kewilayahan intim terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya menggunakan masker. (Put)






