CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Ternyata Ini Penyebab Banjir Bandang Sukabumi Analisis dari BNPB

Yatti Chahyati
23 September 2020
Ternyata Ini Penyebab Banjir Bandang Sukabumi Analisis dari BNPB

PAsca banjir bandang Kab Sukabumi. (ist BNPB)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap hasil analisa terhadap peristiwa banjir bandang di Sukabumi. Apa hasilnya?

Sejauh ini, peristiwa itu mengakibatkan dua warga meninggal dunia. Selain itu, satu orang masih dalam proses pencarian. Secara umum, peristiwa itu berdampak pada 176 KK atau sekitar 525 jiwa. Dari jumlah itu, sebanyak 78 jiwa terpaksa mengungsi.

BNPB juga mencatat 127 rumah yang tersebar di 11 desa terdampak. Rinciannya, 34 unit rumah rusak berat, 23 rusak sedang, dan 70 rusak ringan. Lalu, apa yang menyebabkan banjir bandang cukup parah di sana?

Baca juga:   Merendah ala Bojan Hodak Jelang Laga Persib Vs Lion City Sailors

“Berdasarkan analisa sementara yang dihimpun Pusdalops BNPB, wilayah kejadian banjir bandang Sukabumi merupakan dataran rendah yang berada di bawah kaki Gunung Salak dan dilalui beberapa sungai, yakni Sungai Citarik-Cipeucit dan Sungai Cibojong,” kata Kapusdatinkom BNPB Raditya Jati, Rabu (23/9/2020).

Dari hasil monitoring, kawasan tersebut juga merupakan daerah dengan indeks bahaya sedang hingga tinggi terhadap banjir bandang. Sehingga, secara gepgrafis wilayah tersebut memang dikategorikan rawan.

Baca juga:   MRI Pangkal Pinang Galang Aksi Donasi Penyintas Banjir Bandang

Di sisi lain, berdasarkan pantauan GPM-NASA (inaWARE), dalam 24 jam terakhir sebelum kejadian, di wilayah utara Sukabumi mengalami curah hujan sedang-tinggi dengan intensitas hingga 120 mm. Akibatnya, massa air di daerah hulu menjadi semakin besar.

Di saat yang sama, kondisi wilayah sungai yang rusak dan banyak terjadi erosi serta sedimentasi, menyebabkan potensi terbentuk bendung alami. Ketika bendung alami tersebut menjadi besar dan terganggu keseimbangannya oleh intensitas hujan tinggi, bendung alami itu mengakibatkan limpasan air dan lumpur dalam jumlah besar dan cepat. Saat itulah terjadi banjir bandang.

Baca juga:   Puluhan Warga Masih Dinyatakan Hilang Pascalongsor Cihanjuang

Apalagi, di lokasi kemungkinan terjadi akumulasi hujan dalam 24 jam terakhir sebelum kejadian. Seluruh air hujan tertamping di daerah hulu, kemudian meluap dan menghancurkan bendung alami.

“Dari hasil analisa tersebut, kesimpulan yang didapat bahwa meluapnya Sungai Citarik-Cipeucit dan Sungai Cibojong menjadi faktor utama penyebab terjadinya banjir bandang,” jelas Raditya. (ors)

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: banjir bandangbanjir bandang sukabumiBNPB


Related Posts

bnpb
HEADLINE

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
banjir bandung barat
HEADLINE

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Cisarua Bandung Barat

7 April 2026
gempa Bitung
PASNUSANTARA

Gempa M 7,6 Guncang Bitung: Korban Jiwa Jatuh, Tsunami Picu Kepanikan Warga

2 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.