CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 11 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Ada Serabi Bayar Seikhlasnya di Bagusrangin Bandung

Yatti Chahyati
23 Desember 2020
Ada Serabi Bayar Seikhlasnya di Bagusrangin Bandung

Serabi Ma' Ani. (oris/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Jika anda berkunjung ke Jalan Bagusrangin, Kota Bandung, anda akan menemukan penjual serabi alias surabi di depan rumah nomor 16. Serabi di sini patut dicoba karena keunikannya.

Serabi Ma’ Ani, demikian tempat ini disebut. Tak ada plang atau papan nama di depannya. Lokasi berjalannya pun tepat di depan gerbang dan di bawah pohon.

Yang unik dari serabi ini adalah cara memasaknya yang full tradisional menggunakan gerabah dan kayu bakar. Selain itu, varian yang disajikan juga serabi klasik, yaitu serabi polos, oncom, dan cokelat.

Kamu juga bisa menikmati sajian teh hangat dengan menggunakan cangkir klasik yang terbuat dari bahan semacam seng. Perpaduan ini semakin asyik karena suasana di lokasi sekitar banyak terdapat pohon rindang.

Baca juga:   Ganti Kadisdik, Pelayanan Pendidikan Harus Tetap Optimal

Keunikan lain dari serabi ini adalah tidak memiliki harga. Pembeli bisa mendapatkan serabi ini dengan harga seikhlasnya.

Yani Aswin (61), pemilik Serabi Ma’ Ani, mengatakan usahanya itu sudah berjalan sekitar dua bulan. Ide menjual serabi itu datang karena ia ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat.

“Di sisa usia saya, saya ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat. Berjualan serabi itu yang bisa saya lakukan sesuai dengan kemampuan saya,” tutur Yani.

Menjual serabi juga terlintas karena ia gemar makan serabi sejak kecil. Bahkan, saat kecil, ia kerap membeli serabi sekaligus membantu penjualnya. Sehingga, ia ingin sekaligus bernostalgia dengan serabi. Namun, ia ingin bernostalgia dengan ada manfaat yang dirasakan orang lain.

Baca juga:   HUT Jabar ke-77 jadi Momentum Penghormatan Kepada Para Pejuang Provinsi Jawa Barat

Uang hasil penjualan serabi akan ia kumpulkan. Hasilnya akan digunakan untuk kembali membuat serabi dan dibagikan kepada siapapun yang melintas di lokasi, terutama kepada orang kurang mampu.

(foto : ors/pasjabar)

Dalam sehari, ia dan karyawannya bisa membuat antara 60-100 serabi. Dalam sepekan, ia hanya libur berjualan di hari senin dan kamis demi menghargai karena banyak umat muslim yang berpuasa. Saat berjualan, warung surabinya itu dibuka pada pukul 07.00-09.00 WIB alias hanya dua jam saja.

Serabi yang dibuat pun selalu habis. Sebab, ketika tidak habis terjual, serabi pasti akan dibagikan. Soal pendapatan, jumlahnya beragam. Kadang, uang yang didapat bisa mencapai Rp200 ribu atau lebih. Tapi, ia juga pernah mendapatkan hanya Rp5 ribu dalam sehari.

Meski begitu, berapapun uang yang didapat tak membuatnya putus asa. Ia tetap berusaha konsisten selama dua bulan ini berjualan serabi. Dari hasil penjualan, ia menyisihan untuk menggaji karyawan. Sedangkan sisanya ‘diputar’ kembali untuk dibuat serabi dan dibagikan pada yang membutuhkan.

Baca juga:   Bandung Maju Salah Satunya Karena RW

“Makanya harganya seikhlasnya. Kalau mereka yang beli ada yang kasih lebih, kelebihannya saya kasih buat yang membutuhkan,” ungkap Yani.

Rasa serabinya sendiri cukup sederhana karena topping-nya memang khas tradisional. Tapi, bagian utama dari serabinya terasa legit. Uniknya, meski menggunakan kayu bakar saat memasaknya, serabi yang dibuat tak berbau asap menyengat seperti serabi lain.

Resep serabinya sendiri dibuat setelah beberapa kali melakukan eksperimen. Sehingga, serabi yang dibuat bisa cocok di lidah berbagai kalangan. (ors)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: kota bandungkuliner bandungserabisurabi bandung


Related Posts

roti goreng nanas
HEADLINE

Roti Goreng Nanas Jadi Oleh-Oleh Baru Favorit Wisatawan di Lembang

4 Mei 2026
ngabandungan bandung
PASBANDUNG

Ngabandungan Bandung, Seni Visual dan Edukasi Mitigasi Bencana

28 April 2026
Bandung Milestone Hadirkan Arsip Sejarah Kota dengan Sentuhan Teknologi AI
HEADLINE

Bandung Milestone Hadirkan Arsip Sejarah Kota dengan Sentuhan Teknologi AI

25 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.