CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

PSBB Di Bandung Diperpanjang Hingga 8 Februari

Yatti Chahyati
24 Januari 2021
Cegah Kerumunan Tahun Baru Polisi Tutup Perbatasan Bandung dan Jalan Asia Afrika

Penutupan jalan protokol kawasan asia afrika. (pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Pemkot Bandung akan kembali memperpanjang status PSBB Proporsional hingga 8 Februari 2021 mendatang sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.

Hal ini disampaikan Wali Kota Bandung Oded M. Danial, pasca rapat terbatas (ratas) Tim Gugus Tugas Penanganan dan penanggulangan Covid -19 Kota Bandung, belum lama ini.

Dalam kesempatan ini, Oded menyampaikan, bahwa Kota Bandung masih dalam status kewaspadaan resiko sedang atau yang kerap disebut zona orange. Total konfirmasi kasus di Kota Bandung adalah sebesar 7.654 (bertambah 1.324 kasus,red) serta terjadi penambahan kasus positif aktif dengan total temuan sebesar 1.638 kasus (bertambah 931 kasus red).

“Kenaikan kasus positif aktif ini dikarenakan peningkatan temuan hasil tracing, selain karena ada libur panjangn beberapa waktu lalun,” tambah Oded.

Oded mengatakan, angka kesembuhan di Kota Bandung meningkat sebanyak 384 (total 5.848 pasien sembuh) dengan presentasi sebesar 76.40%. Terjadi penambahan sebanyak 9 kasus kematian di Kota Bandung akibat covid 19 yang menjadikan total sebanyak 168 kasus. Kendati bertambah, namun presentasi kematian di Kota Bandung menurun hingga level 2.19%. Angka ini masih dibawah level Nasional.

Baca juga:   Prediksi Starting XI Timnas Indonesia U-17

“Presentasi kesembuhan di Kota Bandung turun dikarenakan meningkatnya jumlah kasus konfirmasi positif yang memiliki gejala sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk proses penyembuhannya,” paparnya.

Disinggung mengenai ketersediaan fasilitas,  penanganan kasus covid 19 di Kota Bandung, Oded mengtakan terdapat penambahan fasilitas RS Darurat Secapa TNI AD yang diperuntikan untuk isolasi se- Jawa Barat sudah mulai difungsikan pada tanggal 13 Januari 2021 dengan kapasitas total sebanyak 180 TT dan sudah terisi sebanyak 33.3%.

“Dan juga saya ucapkan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada Aparatur Kewilayahan yang telah dapat menyiapkan tambahan ruang isolasi sebanyak 173 TT,” tambahnya.

Halnya dengan ruang isolasi rumah sakit pertanggal 21 Januari 2021 menunjukan ketersediaan fasilitas sebesar 309 TT, dimana angka keterisian sebesar 1.155 TT (konfirmasi dan suspek) atau sebesar 78.89%  dari total 1.464 TT yang disediakan. Jumlah warga Kota Bandung yang dirawat di Secapa TNI AD ini sebesar 34 orang.

Baca juga:   7.380 Guru dan Dosen Kemenag Dapat SK Pengangkatan Calon PPPK

“Khusus untuk RSKIA, tanggal 21 Januari 2021 menyiapkan sebanyak 65 TT dan direncanakan akan menambah 50 TT lagi. Tempat isolasi bagi OTG menunjukan bahwa sudah mencapai 94.3% tingkat keterisiannya, dimana sudah terisi sebanyak 66 kamar dari 70 kamar yang disediakan.” terangnya.

Sementara itu, untuk ketersediaan lahan pemakaman bagi pasien covid 19 meninggal dunia di Kota Bandung saat ini sebanyak 4.252  liang lahat dari total 5.000 yang disiapkan. Data ini menunjukan ada 748 liang lahat yang telah terisi.

Menurut Oded, faktor faktor yang mempengaruhi peningkatan kasus covid 19 di Kota Bandung yang berdampak dari libur panjang, antara lain,Test masif di berbagi tempat, pelaksanaan tracing dan testing, Kepatuhan Warga menurun akan pelaksanaan protokol Kesehatan, Dampak dari aktivitas sosial di masyarakat (arisan, pernikahan),

Baca juga:   Habis Pilkada, Terbitlah Sengketa

“Padahal kita kan sudah jelas membatasi jumlah undangan yang dating dalam acara resepsi, tapi tetaap masih ada saja yang melanggar,” terangnya.

Selain iti, mulai dibukanya aktivitas sosial dan ekonomi, Klaster penyebaran masih cukup mendominasi perkantoran, tempat ekonomi juga menjadi salah satu penyebab semakin tingginya kasus penyebaran covid-19.

Meski deikian, Oded mengatakan untuk jam operasional mall dan pusat perbelanjaan, ditambah saatu jam. Yang sebelumnya tutup pada pukul 19.00, sekarang jadi pukul 20.00.

“Penetapan ini memang agak ddilematis, karena kita sebenarnya khawatir dengan penyebaran covid-19, di sisi lain kita juga tidak ingin factor ekonomi jadi saagat terdampak,” tuturnya. (put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Oded M DanielPSBBwali kota bandung


Related Posts

PHBS
HEADLINE

Pemkot Bandung Fokuskan PHBS pada Sekolah dan Pola Makan

7 Mei 2026
Bandung Milestone Hadirkan Arsip Sejarah Kota dengan Sentuhan Teknologi AI
HEADLINE

Bandung Milestone Hadirkan Arsip Sejarah Kota dengan Sentuhan Teknologi AI

25 April 2026
Pemkot Bandung Targetkan Pengelolaan Sampah Tanpa Open Dumping 2026
HEADLINE

Pemkot Bandung Targetkan Pengelolaan Sampah Tanpa Open Dumping 2026

25 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.