CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASNUSANTARA

Travel Pattern Perkuat Medan Sebagai “The Kitchen of Asia”

Tiwi Kasavela
29 Maret 2021
Travel Pattern Perkuat Medan Sebagai “The Kitchen of Asia”

Travel Pattern Perkuat Medan Sebagai "The Kitchen of Asia" (ist)

Share on FacebookShare on Twitter

MEDAN, WWW.PASJABAR.COM– Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendukung upaya pemerintah kota Medan dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Salah satunya dengan menyiapkan travel pattern (pola perjalanan) wisatawan dari destinasi super prioritas Danau Toba untuk kemudian singgah di kota Medan dan menikmati keragaman daya tarik, salah satunya kuliner.

Menparekraf Sandiaga Uno dalam kunjungan kerjanya ke Sumatera Utara berkunjung ke kawasan heritage Kesawan di kota Medan, Sabtu (27/3/2021).

Pemkot Medan rencananya akan membenahi kawasan kota tua itu dengan branding “The Kitchen of Asia” yang akan menghadirkan kuliner khas Medan dan Asia sebagai daya tarik utama.

“Magnet kota Medan adalah pengalaman kuliner, dan kita perlu lengkapi dengan cerita-cerita sejarah atau story telling yang baik,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno saat berkunjung ke kawasan heritage Kesawan bersama Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, Sabtu (27/3/2021) malam.

Baca juga:   AKBP Dalizon Setor ke Kombes Anton Setiawan 300 Hingga 500 Juta Perbulan

Story telling dikatakan Menparekraf Sandiaga akan menambah nilai juga daya tarik yang akan memberikan pengalaman lebih berkualitas bagi wisatawan. Ia mencontohkan cerita tentang rumah milik saudagar kenamaan Tjong A Fie.

“Seperti di Tjong A Fie ini, bagaimana ada seseorang pemimpin dan saudagar kaya keturunan etnis Tionghoa yang 100 tahun lalu meninggal namun memberi kenangan. Tempat ini memiliki makna dan sejarah besar karena peran beliau dalam menjaga kerukunan etnis dan umat beragama di Medan,” ujarnya.

Menparekraf menjelaskan, pihaknya tengah membuat travel pattern atau pola perjalanan bagi wisatawan dalam menjelajahi Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba. Dengan berbagai infrastruktur yang tengah dikebut, wisatawan nantinya juga akan didorong berkunjung ke kota Medan.

Baca juga:   Dinilai Kooperatif, Bharada E Dituntut Hukuman 12 Tahun Penjara

“Kita sedang buat _travel pattern_ bagaimana wisatawan ke Destinasi Super Prioritas Danau Toba bisa singgah di kota Medan lantaran magnet sejarah dan wisata kuliner. Saya harap pariwisata bisa membangkitkan perekonomian dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” kata Sandiaga.

“Terakhir harapan kami, bahwa dalam penataan “The Kitchen of Asia” ini, harus dapat diperkuat dengan adaptasi teknologi dan keberagamaan produk-produk ekonomi kreatif,” ujarnya dalam rilis yang diterima PASJABAR, senin.

Sementara itu, Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution menyadari jika Medan tidak memiliki kekayaan alam yang cukup untuk dikembangkan sebagai potensi di sektor pariwisata. Namun kuliner dapat menjadi satu kekuatan besar dalam menarik minat wisatawan.

Baca juga:   5.000 Unit Rumah Mobile Disiapkan untuk Penanganan Dampak Bencana

“Kuliner ini menjadi jawaban dari semua permasalahan di kota Medan. Kita tahu Kota Medan mungkin tidak punya potensi alam yang cukup baik, untuk itu harus kita ciptakan dan kolaborasikan dengan para stakeholder,” ujarnya.

Terkait kawasan Kesawan yang akan disulap menjadi “The Kitchen of Asia”, Bobby Nasution menjelaskan Kesawan sendiri merupakan salah satu kawasan kota tua di Medan. Banyak warisan cagar budaya dengan arsitektur indah masih berdiri. Pembenahannya dipadu dengan branding kuliner Medan yang sudah terkenal, bukan hanya kuliner asli Sumatera Utara dan Indonesia, juga Asia.

“Untuk itu di kawasan Kesawan harus betul-betul dikembangkan, bukan diubah. Kita kembalikan ke belakang yang artinya kita kembalikan bangunan-bangunan di sini yang memiliki cerita masing-masing sehingga menambah cita rasa sendiri,” ujarnya. (*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: medanPerkuatThe Kitchen of AsiaTravel Pattern


Related Posts

Travel Pattern di Provinsi Sulawesi Selatan Akan Dikembangkan
PASNUSANTARA

Travel Pattern di Provinsi Sulawesi Selatan Akan Dikembangkan

15 April 2021
Poltekpar Medan Diharapkan Cetak SDM Parekraf Berkualitas
PASNUSANTARA

Poltekpar Medan Diharapkan Cetak SDM Parekraf Berkualitas

28 Maret 2021
PASBISNIS

Diduga Jadi Pelaku Bom Medan, Grab Langsung Koordinasi dengan Polisi

13 November 2019

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.