CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Jumlah Kasus Omicron di Indonesia Jadi Tiga Pasien

Yatti Chahyati
18 Desember 2021
Jumlah Kasus Omicron di Indonesia Jadi Tiga Pasien

(ilustrasi : pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan, adanya tambahan kasus dua pasien terkonfirmasi varian omicron di Indonesia.  Total kasus menjadi tiga orang, setelah sebelumnya satu kasus di temukan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Siti Nadia Tarmizi menjelaskan dua pasien baru ini, terdeteksi dari hasil pemeriksaan sampel dari lima kasus probable omicron yang baru kembali dari luar negeri.

Baca juga:   Kota Bandung Red Zone COVID-19, Pemkot Tambah Tempat Cuci Tangan

“Dua pasien terkonfirmasi terbaru adalah IKWJ (42) laki-laki, perjalanan dari Amerika Selatan serta M (50) laki-laki perjalanan dari Inggris. Saat ini, keduanya sedang menjalani karantina di Wisma Atlet,” ucap Nadia dikutip dari antara, Sabtu (18/12/2021).

Kedua pasien terbaru terkonfirmasi omicron, setelah menjalani karantina wajib 10 hari seusai kembali dari luar negeri.

Temuan ini merupakan hasil pemeriksaan khusus S-gene target failure (SGTF), yang dilakukan Badan Litbang Kesehatan pada 14 dan 15 Desember 2021.

Baca juga:   Pastv : Kendaraan Pemudik Diputarbalikan Di Tol Cileunyi

Dengan temuan ini, kata Nadia menunjukan sistem proteksi pemerintah berjalan dengan baik. Untuk mencegah penularan dari pendatang dari luar negeri, yang terjangkit virus COVID-19.

Terkait dengan temuan dua kasus baru omicron, Nadia mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan perjalanan ke luar negeri terlebih dahulu. Terlebih mengingat, laju penyebaran omicron terbukti sangat cepat.

Baca juga:   Harga Tiket Naik, Pemudik Tetap Padati Terminal Leuwipanjang Bandung

“Indonesia adalah salah satu negara paling aman dari COVID-19. Jika kita keluar negeri, maka kita akan keluar dari zona aman menuju zona berbahaya. Jika kembali, nanti akan berpotensi membawa Omicron ke Indonesia dan pastinya akan merusak situasi yang sudah kondusif ini,” tandas Nadia. (ytn)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: COVID-19kemenkesomicron


Related Posts

CKG 2026
HEADLINE

CKG 2026 Diperluas, Pasien Langsung Dapat Penanganan Gratis

24 Januari 2026
Lebih dari 55 juta anak Indonesia mengalami gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi. Kemenkes luncurkan Peta Jalan Kesehatan Penglihatan 2025–2030 untuk cegah kebutaan dan perluas layanan Vision Center di seluruh Indonesia. (Uby)
HEADLINE

55 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Penglihatan, Kemenkes Wanti-Wanti Bahaya Kebutaan Sejak Dini

9 Oktober 2025
COVID-19
HEADLINE

Kasus COVID-19 Naik, Menkes Minta Masyarakat Waspada

11 Juni 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.