CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 11 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASPENDIDIKAN

Nadiem Makarim Tinjau Implementasi Kampus Merdeka di Unpad

Yatni Setianingsih
17 Januari 2022
Nadiem Makarim Tinjau Implementasi Kampus Merdeka di Unpad

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim (foto : Humas Unpad)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM —  Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim meninjau implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Senin (17/1/2022). Dalam kesempatan tersebut Nadiem berdialog dengan 60 mahasiswa peserta program MBKM Unpad dan pimpinan perguruan tinggi di Bandung.

Ia mengatakan, esensi dari program MBKM dapat dilihat dari delapan indikator kinerja utama (IKU) yang diberikan kepada semua universitas di Indonesia. Pertama, terkait standar, Nadiem menuturkan bahwa pada indikator ini yang perlu dilihat adalah berapa jumlah mahasiswa yang belajar di luar kampus, baik di bidang profesional maupun di dunia akademi. Kedua, dengan melihat berapa jumlah dosen yang keluar dari kampus untuk mencari pengalaman.

“IKU yang lainnya adalah berapa banyak praktisi yang dibawa ke kampus untuk mengajar, berapa riset terapan yang benar-benar menghasilkan dampak nyata, berapa prodi yang melakukan kemitraan dengan pihak luar, berapa akreditasi internasional yang diperoleh, dan berapa persen mata kuliah yang penilaiannya berdasarkan proyek atau seminar case,” jelasnya.

Baca juga:   Iwan : Emil Jangan Lisan Larang Pungutan Sekolah, Harus Ada Pergubnya

Ia menambahkan, dari program MBKM mahasiswa dilatih untuk presentasi, berdebat, dan berdiskusi, yang akan mengasah cara berpikir kritis. Ia juga mengajak mahasiswa untuk memahami bahwa angka bukan lagi menjadi hal penting melainkan kemampuan berpikir efektif, mampu bekerja sama dengan orang lain, dan bernegosiasi, adalah beberapa kemampuan yang dapat membantu dalam menyelesaikan masalah.

“Karena ketika anda keluar dari kampus, sudah tidak ada lagi pelampung, penyelamat. Adanya itu hiu-hiu, ombak besar, dan cuaca tidak stabil,” tuturnya menganalogikan kondisi dunia kerja setelah mahasiswa lulus dari universitas.

Baca juga:   Kiprah Dr. H. Tata Sukayat, M.Ag Dalam Memberikan Manfaat Bagi Umat

Rektor Unpad, Prof. Rina Indiastuti memastikan bahwa saat ini Unpad sangat siap dan sudah mulai bertransformasi. Ia mengaku, universitas yang dipimpinnya telah melakukan berbagai aktivitas Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

“Ini bisa dilihat dari yang hadir di sini merupakan sebagian dari mahasiswa yang mengikuti program MBKM,” ujar Rina kepada Mendikbudristek.

Salah satu mahasiswa jurusan Antropologi tahun 2019, Elsa, yang juga mengikuti program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) di salah satu perusahaan e-commerce besar turut mengapresiasi hadirnya MBKM. Ia merasakan program ini memberinya kesempatan untuk mengembangkan diri lebih baik.

Dari pengalaman dan masukan yang disampaikan selama dialog, Mendikbudristek memahami bahwa program MBKM sulit dilakukan secara administratif. Tapi dengan perubahan besar ini, ia meyakini akan membuat perguruan tinggi akan jauh lebih relevan untuk dunia kerja.

Baca juga:   Ini Rahasia Unpad, Mahasiswanya Banyak Lolos IISMA 2022

“Ini kenapa Kemendikbudristek merepotkan seluruh kaprodi se-Indonesia. Mereka mendukung dengan berpikir secara cepat bagaimana mereka dapat memadatkan mata kuliah dalam 5 semester, karena 3 semester lain mahasiswa perlu belajar di luar prodi. Alasannya karena tidak ada satu pekerjaan pun yang hanya membutuhkan satu disiplin. Semua multidisplin,” ujarnya.

Menteri Nadiem mengatakan, selama ini dari riset diketahui bahwa hanya 15 persen lulusan yang masuk ke dunia kerja sesuai prodi. Untuk itu, ia menekankan pentingnya mengasah jiwa sosial.

“Itulah S1 yang sekarang kita kembangkan. Jadi ketika lulus, kalian sudah setengah matang. Sudah mencicipi budaya, agama, dan suku berbeda. Dan saya optimistis, perguruan tinggi bisa melakukannya dalam 2,5 tahun,” tutupnya. (ytn)

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: MendikbudristekNadiem makarimunpad


Related Posts

Mahasiswa Tuli Unpad
HEADLINE

Nyaris Menyerah, Mahasiswa Tuli Ini Buktikan Bisa Wisuda dan Jadi Inspirasi di Unpad

6 Mei 2026
Hardiknas 2026
PASPENDIDIKAN

Hardiknas 2026, Mendiktisaintek Tegaskan Kampus Harus Hasilkan Solusi dan Inovasi

4 Mei 2026
MKN Unpas Kembali Juara Umum Lomba Akta Nasional 2026, Kalahkan Kampus-Kampus Negeri
HEADLINE

MKN Unpas Kembali Juara Umum Lomba Akta Nasional 2026, Kalahkan Kampus-Kampus Negeri

26 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.