CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Achmad Nugraha : Tidak Panik Tapi Jangan Lalai Prokes

Yatti Chahyati
23 Februari 2022
Achmad Nugraha : Tidak Panik Tapi Jangan Lalai Prokes

Achmad Nugraha, Wakil II DPRD Kota Bandung . (foto : ist)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung, Achmad Nugraha mengatakan harapannya agar semua pihak tidak panik dalam menanggapi peningkatan angka konfirmasi aktif COVID -19, varian omicron.

“Menurut keterangan para ahli,  kan memang varian omicron ini tidak terlalu berbahaya,” ujar Achmad.

Namun, sekarang varian omicron memang bersamaan dengan varian delta, sehingga Achmad kembali menegaskan, agar warga tidak lalai dalam menjaga protokol kesehatan.

“Saya lihat sekarang, warga sudah mulai abai dengan aturan prokes, ya. Banyak yang sudah tidak menggunakan masker dan berkerumun,” sesal Achmad.

Hal ini menurut Achmad merupakan kombinasi dari warga yang sudah mulai lelah menggunakan masker ditambah pemerintah yang tidak tegas dalam menerapkan aturan.

“Semestinya, dalam menegakkan aturan, pemerintah bisa tegas dan adil. Aturan jangan hanya diterapkan kepada pengusaha kecil. Sementara kepada pengusaha besar banyak kelonggaran,” paparnya.

Baca juga:   Omicron Naik, Komisi IX DPR Usul Murid di Bawah 12 Tahun Belajar Secara Daring

Menurut Achmad, jika pengusaha kecil dengan modal kecil harus mendapatkan banyak sanksi, dikhawatirkan akan membuat usahanya bangkrut.

“Modal yang mereka miliki sudah sedikit. Kalau mereka harus kena denda besar, kan kasihan,” jelasnya.

Dlaam kondisi ini, Achmad berharap semestinya Pemkot Bandung bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa sekarang sudah memasuki normal baru. Sehingga menggunakan masker merupakan satu kebutuhan.

“Seharusnya kita sadar bahwa menggunakan masker sekarang tidak hanya karena ada covid. Namun, kondisi polusi udara seharusnya masyarakat sadar bahwa itu berbahaya, sehingga akan sangat baik jika dalam berkegiatan sehari-hari harus menggunakan masker,” tururnya.

Achmad berharap, keberadaan COVID perlahan menjadi endemi. Sehingga tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Terlebih sekarang banyak pasien terpapar namun tidak bergejala (OTG).

Baca juga:   Sempat Bareng Menhub, Ridwan Kamil Akan Lakukan Pemeriksaan

“Jadi untuk yang tidak bergejala, bisa menjalankan isolasi mandiri di rumah. Tidak perlu selalu datang ke rumah sakit. Karena jika rumah sakit penuh, kan kasihan orang-orang yang lebih membutuhkan fasilitas kesehatan,” paparnya.

Di sisi lain, Achmad berharap pihak rumah sakit mempunya sisi sosial yang lebih banyak. Artinya memberikan layanan kesehatan yang lebih murah dan baik kepada pasien. Terutama untuk pasien yang tidak mampu.

Disinggung masalah pembelajaran jarak jauh (PJJ). Achmad mengatakan, pihaknya meminta jika kondisi oandemi semakin memburuk maka PJJ dihentikan.

Misalnya jika dari 30 orang anak yang mengikuti PTM, 10 orang diantaranya dinyatakan terpapar, maka sebaiknya diberlakukan PJJ

“Namun, jika masih memungkinkan untuk diselenggarakan PTMT, maka kami persilahkan, namun tentu dengan pemantauan prokes yang ketat,” tambahnya.

Baca juga:   Pengendara Motor Meninggal Tersangkut Kabel Fiber di Dayeuhkolot

Selain itu, lanjut Achamad, Disdik juga harus bisa menyiapkan SDM yang baik dalam menunjang PJJ.

“Karena selama PJJ otomatis diperlukan kemampuan dan kreativitas lebih dari guru,” katanya.

Achmad juga mengingatkan agar orang tua dilibatkan dalam proses PJJ. Terlebih untuk orang tua yang anaknya masih di sekolah dasar.

“Kalau sudah ada kldibkelas lanjutan, mungkin anak-anak relatif lebih mandiri. Namun kalau masih kecil kan masi lh perlu bimbingan. Sehingga peran orang tua sangat diharapkan dalam PJJ,” paparnya.

Di lain pihak, orang tua siswa juga harus sama-sama memberikan perhatian lebih kepada anaknya. Misalnya dengan membawakan masker lebih sebagai cadangan, membawakan hand sanitizer, dan membawakan bekal kepada anak-anakanya.  “Akan lebih baik jika anak membawa bekal sendiri dari rumah,” tuturnya. (put/Adv)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Achmad NugrahaCOVID-19DPRD Kota Bandungomicron


Related Posts

Pansus LKPJ DPRD Kota Bandung
HEADLINE

Pansus LKPJ DPRD Kota Bandung Klaim Pembahasan Capai 75 Persen, Fokus Pertajam Misi SDM

5 Mei 2026
Wakil Wali Kota Bandung ditahan
PASBANDUNG

Wakil Wali Kota Bandung Segera Ditahan? Jaksa Tunggu Restu Mendagri

25 Januari 2026
Erik Darmadjaya
PASBANDUNG

Erik Darmadjaya: Lunturnya Semangat Kebangsaan di Kalangan Pemuda

28 Oktober 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.