CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASJABAR

Ini yang jadi Penangkal Intoleransi di Jabar

Yatti Chahyati
7 Juli 2022
Ini yang jadi Penangkal Intoleransi di Jabar

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Barat Rafani Achyar. (foto: antaranews.com)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Konsep silih asih, silih asah dan silih asuh menjadi penangkal intoleransi yang ada di Jawa Barat. Hal itu dikatakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Barat.

“Kami di Forum Kerukunan Umat Beragama Jawa Barat, senantiasa merawat kearifan lokal, yang kerap disebut sebagai local wisdom,” kata Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Barat Rafani Achyar dalam keterangan tertulisnya yang dikutip dari ANTARA, Kamis (7/7/2022).

Silih asih, silih asah, dan silih asuh, juga merupakan salah satu filosofi hidup orang Sunda, yang menjadi perekat keseharian warga Jawa Barat.

“Itu pula yang menjadi benteng pertahanan mereka, agar tidak terpapar perilaku intoleransi serta paham radikalisme,” ujarnya.

Baca juga:   Toleransi di Ujung Tanduk: Pelatih Manchester City Kecam Sorakan Suporter Leeds terhadap Pemain Muslim

Orang Sunda adalah sebutan untuk mereka yang berasal dari Provinsi Jawa Barat dan di berbagai kesempatan, wilayah Jawa Barat, juga dikenal dengan sebutan Bumi Parahyangan.

“Jawa Barat itu sangat luas dan sangat padat penduduknya. Secara sosial, sangat heterogen. Warga dari berbagai suku dan agama di tanah air, leluasa bermukim di Jawa Barat,” paparnya.

Meski FKUB didirikan oleh tokoh agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, kata dia, namun pihaknya juga merangkul tokoh Sunda Wiwitan sebagai bagian dari FKUB.

Sejumlah literatur mencatat, Sunda Wiwitan adalah kepercayaan yang dianut oleh masyarakat suku Sunda dan kepercayaan itu telah ada sebelum datang ajaran Hindu, Buddha, dan Islam ke Jawa Barat.

Baca juga:   Tersangka Pembuat Pabrik Ektasi di Bandung Sebut Pilnya untuk Seluruh Daerah di Indonesia

Hingga kini, pengikut Sunda Wiwitan bermukim di wilayah Kasepuhan Ciptagelar Cisolok Sukabumi, Kampung Naga Tasikmalaya, Cigugur Kuningan, Desa Adat Cireundeu Cimahi, dan Kabupaten Bogor.

Rafani menjelaskan kearifan lokal silih asih, silih asah, dan silih asuh misalnya, diterima serta dipahami oleh semua penganut agama dan kepercayaan di Jawa Barat, sebagai perekat sesama.

Dari berbagai diskusi dan interaksi dengan para penganut agama dan kepercayaan di Jawa Barat, Rafani Achyar menyebut, warga meyakini bahwa kearifan lokal tersebut, menjadi salah satu benteng pertahanan warga, agar tidak terpapar perilaku intoleransi serta paham radikalisme.

Baca juga:   SPMI Jabar Desak Amien Rais Ditangkap

Meski demikian, hal tersebut diusik oleh sejumlah survei beberapa waktu lalu, yang menyebut bahwa toleransi umat beragama di Jawa Barat, rendah.

Ada survei yang mencatat, indeks kerukunan umat beragama di Jawa Barat, menempati posisi tiga terendah secara nasional.

“Kami di Forum Kerukunan Umat Beragama Jawa Barat, menyikapi sejumlah survei tersebut, dengan pikiran terbuka,” ujarnya.

Rafani Achyar kemudian menjelaskan, atas nama lembaga, FKUB mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, agar mengadakan survei independen.

Dari hasil survei Balai Litbang Agama Kementerian Agama (Balitbang Kemenag) tahun 2021, Rafani Achyar menyebut, indeks kerukunan umat beragama di Jawa Barat menempati posisi ke-20 secara nasional, bukan tiga terendah. (nis)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: FKUB Jabarintoleransipenangkal intoleransi


Related Posts

Getty Images Sport
HEADLINE

Toleransi di Ujung Tanduk: Pelatih Manchester City Kecam Sorakan Suporter Leeds terhadap Pemain Muslim

1 Maret 2026
Puslitbang Polri Beri Sosialisasi Soal Intoleransi dan Radikalisme di Polresta Bandung
PASBANDUNG

Puslitbang Polri Beri Sosialisasi Soal Intoleransi dan Radikalisme di Polresta Bandung

25 Oktober 2023
Wakil Rektor III Universitas Sangga Buana Bandung, Dr. Nurhaeni Sikki. (Foto: fal/pasjabar)
PASPENDIDIKAN

Cara Universitas Sangga Buana Hindarkan Mahasiswa dari Sikap Intoleransi

27 September 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.