CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Ubi Jalar Perlu Diolah Lebih Modern Agar Lebih Diminati

Nurrani Rusmana
19 September 2022
Ubi jalar.

Ilustrasi ubi jalar. (Foto: Freepik)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – Olahan modern dari bahan pangan ubi jalar diperlukan agar lebih diminati oleh masyarakat. Sehingga dapat digunakan sebagai subtitusi atau makanan pengganti tepung terigu.

Pengolahan ubi jalar menjadi produk olahan masih banyak dalam bentuk makanan tradisional. Sehingga kurang diminati generasi muda.

“Oleh karena itu citra produknya sering dianggap rendah atau inferior. Apalagi sering disebut dengan “telo”. Sehingga kurang menarik apalagi bagi generasi muda,” kata Peneliti Ahli Utama Organisasi Riset (OR) Pangan dan Pertanian BRIN Erliana Ginting dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (19/9/2022).

Baca juga:   Direktorat Humas dan Protokoler Unikom Kunjungi Kantor Pasjabar

Dilansir dari ANTARA, untuk menarik minat generasi muda mengonsumsi ubi jalar yang kaya manfaat baik bagi tubuh dibutuhkan diversifikasi produk olahan, seperti diolah menjadi makanan kekinian layaknya pasta, produk bakery, biskuit, es krim, dan makanan ringan lainnya.

“Oleh karena itu, perlu dilakukan diversifikasi penggunaan bahan baku ubi segar, tepung, maupun pati. Tentunya dengan teknologi sederhana untuk meningkatkan konsumsi, kemudian citra, sekaligus nilai tambah olahan ubi jalar,” jelasnya.

Baca juga:   Banjir Rendam Ribuan Rumah di Kabupaten Bandung

Erliana mengungkapkan gizi yang terdapat dalam ubi tersebut tidak kalah jika dibandingkan dengan pangan sumber karbohidrat lainnya, seperti beras, jagung, dan terigu.

Karbohidrat yang terkandung dalam ubi tersebut memiliki indeks glikemik rendah hingga sedang dalam menaikkan kadar gula darah dalam tubuh.

“Sehingga baik untuk pencegahan dan terapi bagi penderita diabetes maupun obesitas,” ucapnya.

Selain karbohidrat, ubi jalar mengandung vitamin seperti vitamin A, C, dan E, serta mineral yang memadai bagi tubuh.

Baca juga:   Posko Covid-19 Kota Bandung Akan Didirikan di Pasar

Selain itu juga mengandung fenol yang bermanfaat sebagai antioksidan dan serat pangan yang dapat menurunkan kolesterol dalam tubuh. Kadar nutrisi ini berbeda jumlahnya di tiap jenis ubi tersebut.

“Ubi jalar memang sangat baik untuk kesehatan dalam kaitannya untuk serat pangan dan pati resistennya, karena dapat berfungsi sebagai prebiotik dan dapat menurunkan kadar kolesterol dan gula darah,” pungkasnya. (ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: olahan ubi jalarubi jalar


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.