BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Pangan dan Peertanian (DKPP) Kota Bandung bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung menyalurkan bantuan beras bagi warga Kota Bandung yang masuk data DTKS.
“Bantuan ini sudah diberikan sejak 2018, dan masih berlangsung sampai sekarang,” ujar Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar kepada wartawan, Senin (12/12/2022).
Pembagian bantuan beras ini dilakukan melalui mesin ATM beras yang sekarang berada di 30 lecamatan ditambah beberapa keluraha di Kota Bandung.
“Penyimpanan mesin ATM beras ini, disesuaikan dengan kesepatan dan kebutuhan masing-masing wilayah. Ada yang disimpan di Kantor kecamatan, ada yang di masjid atau di lokasi yang memang memungkinkan,” terang Gin Gin.
Warga yang mendapatkan bantuan ini, lanjut Gin Gin, adalah warga yang tercatat dalam DTKS. Namun, dengan catatan, mereka belum mendapatkan bantuan dari pihak manapun. Sehingga diharapkan bantuan bisa menjadi lebih merata.
“Jadi, dari pihak kewilayahan mengajukan beberapa nama. Nanti, kami akan melakukan verifikasi data yang kami sesuaikan dengan data Dinas Sosial. Sehingga nanti akan diputuskan siapa saja yang akan menerimanya,” tutur Gin Gin.
Gin Gin menjelaskan, karena banyaknya warga yang berminat untuk mendapatkan bantuan ini, maka pihaknya menggilir siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan.
“Jadi yang sekarang mendapat bantuan, maka tahun depan tidak akan mendapatkan bantuan. Kecuali jika di wilayah tersebut memang tidak ada lagi warha miskin yang berhak menerimanya,” paparnya.
Bantuan Dapat Diambil Satu Minggu Sekali
Warga yang tercatat akan mendapatkan 10 kilogram beras, yang bisa diambil satu minggu sekali. Menurut Gin Gin, jumlah warga yang menerima sebanyak 3149 kepala keluarga, jumlah ini melampaui batas dari target sebanyak 2.600-an. Namun masih jauh dari jumlah DTKS di Kota Bandung yang jumlahnya sekitar 13.600.
Sementara ini, jumlah ATM beras baru ada di 30 kecamatan di Kota Bandung. Namun, tahun ini bertambah di 6 titik yang yaitu di Kelurahan Tamansari, Kelurahan Kopo, Ciumbuleuit, Cigondewah Kaler, Husen dan Arjuna.
Harapannya, jumlah ini akan bertambah dan bisa ada di setiap kelurahan di Kota Bandung. Namun, untuk mencapai target tersebut dibutuhkan kolaborasi dengna berbagai pihak, karena pemenuhan beras untuk seluruh warga DRKS bukan hal yang mudah.
“Sementara ini, kita dibantu oleh BAZNAS dengan pemenuhan kebutuhan beras di 26 lokasi. Ditambah, kita mendapatkan bantuan dari Wali Kota Bandung secara pribadi yang menyumbangkan beras sebanyak 900 kilogram,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK yang juga Istri Wali Kota Bandung, Yunimar Yana Mulyana mengatakan harapannya, lebih banyak pihak yang bisa memberikan bantuan beras. Segingga warga DTKS yang tidak mendaoatkan bantuan bisa lebih terbantu.
“Masih banyak warga kita yang masih harus mendapat bantuan. Mudah-mudahan lebih banyak pihak yang tergerak untuk membantu sehingga jumlah beras yang dibagikan, bisa berlipat ganda,” harapnya.
Di sisi lain, kepada semua pihak yang sudah membantu, Yunimar mengucapkan rasa terimakasihnya. “Semoga apa yang dilakukannya bisa menginspirasi banyak pihak,” ucapnya. (Put)







