CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASPENDIDIKAN

Buku Antologi Haiku Diterbitkan Dekan FISS Unpas

Nurrani Rusmana
25 Februari 2023
Dekan Fakultas Ilmu Seni dan Sastra (FISS) Universitas Pasundan Dr. Hj. Senny Suzanna Alwasilah, M.Pd.

Dekan Fakultas Ilmu Seni dan Sastra (FISS) Universitas Pasundan Dr. Hj. Senny Suzanna Alwasilah, M.Pd. (Foto: unpas.ac.id)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Buku antologi Haiku bertajuk Rhyme of Tears bersama Sharon Lynn Pugh, seniman dan akademisi Indiana University, Bloomington, USA telah diterbitkan oleh Dekan Fakultas Ilmu Seni dan Sastra (FISS) Universitas Pasundan Dr. Hj. Senny Suzanna Alwasilah, M.Pd.

Dilansir dari unpas.ac.id pada Sabtu (25/2/2023), buku antologi Haiku merupakan puisi Jepang yang hanya terdiri dari tiga baris dan 17 suku kata. Masing-masing tersusun atas 5-7-5 suku kata secara berurutan.

Baca juga:   Ananta Mahasiswa FH Unpas Optimis Mengembangkan Potensi Diri

Tidak seperti puisi pada umumnya, Buku Antologi Haiku memiliki pakem khusus. Haiku mesti mengandung kigo atau penanda waktu, seperti pagi, siang, atau malam. Misalnya, suasana malam digambarkan dengan bulan.

Sebagian Haiku ia tulis saat perjalanan Visiting Scholar ke Amerika, 2021 lalu. Selama di Amerika, ia kembali bertemu dengan Sharon yang tak lain adalah dosen pembimbingnya.

Baca juga:   The 2nd NTF 2021 Kupas Kebangkitan Pariwisata di Tengah Pandemi

Enggan menyia-nyiakan kesempatan, momen pertemuan tersebut lantas ia abadikan menjadi sebuah karya.

Dia menuturkan, buku berisikan 100 Haiku ini jadi karya bersejarah. Selain menjadi antologi Haiku pertama yang ia tulis sendiri. Ia juga mewujudkan mimpinya untuk menerbitkan karya bersama pembimbing panutannya.

Komunitas HaikuKu Pernah Terbitkan Buku Antologi Haiku

Sebelumnya, ia dan anggota komunitas HaikuKu Indonesia juga pernah menerbitkan buku antologi Haiku, seperti Haiku Nanggala, Haiku Pandemi Corona, Haiku Hasanah, dan beberapa antologi Haiku lainnya.

Baca juga:   Pandemi Tak Jadi Hambatan Valda Mahasiswi FH Unpas Tetap Produktif dan Berprestasi
“Saya menulis 80 Haiku, sedangkan Sharon 20. Kebetulan, Sharon memang punya keahlian di bidang sastra. Dia sendiri baru mengenal Haiku, tapi setelah saya perlihatkan karya saya, dia antusias untuk belajar dan ternyata bisa membuatnya,” ujarnya, Jumat (24/2/2023).Buku antologi Haiku ini ditulis dalam dua bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Ia bahkan menerjemahkan sendiri teks bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, karena makna, suku kata, dan pola Haiku dalam bahasa apa pun harus tetap sama.“Proses pengerjaan memakan waktu kurang lebih satu tahun. Sebetulnya banyak yang bisa digarap bersama, seperti jurnal, esai, atau karya akademik lainnya. Tapi itu perlu waktu, data yang cukup, dan duduk bersama untuk menyamakan pemikiran. Ditambah, esai dan jurnal mesti mempertimbangkan kebaruan,” terangnya.

Seni Haiku Sebagai Minimalist in the Extreme

Kata pengantar antologi Haiku Rhyme of Tears ditulis langsung oleh Otsuka Hiroko, doktor program studi Sastra Jepang Universitas Padjadjaran yang mendefinisikan seni Haiku sebagai minimalist in the extreme, menghargai kesederhanaan yang disimbolkan melalui struktur puisi sederhana.

“Karena ini puisi Jepang, saya berusaha mencari orang Jepang asli untuk menuliskan kata pengantar dan akhirnya ditulislah oleh Otsuka Hiroko. Saya tuliskan namanya di sampul buku ‘A Word from Otsuka Hiroko’,” ungkapnya.

Rencananya, buku ini bakal diluncurkan di Soka Gakkai Indonesia, pusat kebudayaan dan lembaga perdamaian dunia yang berisikan orang-orang asal Jepang.

Tidak hanya antologi Haiku, dalam waktu dekat ia dan penulis yang tergabung di Asian Women Writers Association (AWWA) akan meluncurkan antologi puisi dan cerpen untuk diterbitkan pada ulang tahun AWWA, April mendatang.

“Saya juga sedang menggarap puisi dengan kenalan saya di Amerika. Karena saya berkecimpung di bidang sastra, jadi proyek yang dikerjakan masih seputar itu. Kemarin puisi saya dimuat di salah satu majalah Korea dan diterjemahkan ke bahasa Korea. Hal tersebut tentu jadi kebangaan tersendiri bagi saya,” pungkasnya. (*/ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: buku antologibuku antologi HaikuDekan Fiss unpasHaiku


Related Posts

HEADLINE

Menulis Jadi Ciri Khas dan Keunggulan FISS Unpas

15 September 2019

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.