BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Berencana maju Pilgub 2024, Mochamad Iriawan sudah melakukan pertemuan dengan beberapa tokoh politik.
“Hari ini, dalam rangka Bulan Ramadan, saya mengunjungai Pak Dada (Mantan Wali Kota Bandung, Dada Rosada, red). Karena beliau adalah tokoh masyarakat dan saya warga Kota Bandung,” ujar lelaki yang akrab disapa Iwan Bule ini, kepada wartawan, Selasa (4/4/2023).
Mochamad Iriawan megatakan, baginya, Dada adalah senior dan sesepuh yang fenomenal. Sehingga kedatangannya kali ini diisi dengan percakapan yang berisi tetang berbagi pengalaman.
“Jadi, sebagai senior saya datang ke sini memang untuk berdiskusi sebagai senior,” tuturnya.
Disinggung mengenai pembicaraan terkait rencana politik, Iwan mengatakan, semua masih belum mengarah ke sana.
“Tapi seperti kata Pak Dada, jika Allah mengizinkan dan masyarakat meminta. Saya akan maju dalam Pilgub Jabar mendatang,” akunya.
Sementara itu, Mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada mengatakan, Iwan datang ke kediamannya untuk menjalin silaturahmi.
“Karena silaturahmi adalah sesuatu yang bagus. Jadi ya saya menerima kedatangan Pak Iwan,” katanya.
Dada menambahkan, memang salah satu yang dibicarakan dalam pertemuan selama sekitar 2 jam tersebut, adalah mengenai rencana Iwan maju dalam Pilgub Jabar mendatang.
“Tapi hari ini, kita bertukar informasi dulu, dan memang Pak Iwan ke sini untuk meminta dukungan,” terangnya.
Iwan Bule Minta Restu Maju Pilgub
Sebagai sesepuh Kota Bandung, Dada mengatakan, untuk calon gubernur, baru Iwan yang datang menemuinya. Namun, untuk Calon Wali Kota Bandung sudah banyak yang datang utuk meminta dukungannya.
“Kalau Cawalkot sudah banyak yang datang. Tapi jangan disebutkan siapa saja,” kelekar Dada.
Dada mengatakan memiliki kroteria sendiri dalam memilih calon pemimpin.
“Ini sih bukan hanya kriteria pemimpin, tapi juga sifat yang harus dimiliki oleh setiap oranng,” katanya.
Kriteria tersebut di antaranya, untuk menjadi pemimpin harus mengerti kebutuhan orang. “Setiap orang berbeda-beda, jadi pemimpin harus mengerti kebutuhan orang-orang disekelilingnya,” tambahnya.
Selain itu, Dada mengatakan, pemimpin tidak boleh sombong dan jangan kikir. “Kita tidak mengajarkan sombong. Tidak ada yang mengajarkan sombong. Sehingga ya jadi pemimpin, atau jadi manusia jangan sombong,” tuturnya. (Put)







