CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASDUNIA

Sudan Dilanda Konflik, KBRI Terus Berupaya Evakuasi WNI

Nurrani Rusmana
24 April 2023
Sudan Dilanda Konflik, KBRI Terus Berupaya Evakuasi WNI

Belasan WNI dievakuasi ke KBRI Khartoum pada Selasa (18/4/2023), di tengah pertempuran antara tentara nasional Sudan dan paramiliter Pasukan Pendukung Cepat (RSF) negara itu. (Foto: antaranews.com)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – Sejak 15 April, Sudan dilanda konflik bersenjata antara tentara nasional (SAF) dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF). Pertempuran militer itu mengakibatkan sedikitnya 413 korban tewas dan 3.551 orang terluka, menurut data PBB per 21 April 2023.

Dilansir dari ANTARA, saat ini mengatakan pemerintah terus berupaya untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Sudan.

“Koordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan beberapa misi asing di Sudan dilakukan,” ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha melalui pesan singkat, Senin (24/4/2023).

Baca juga:   Tim DVI Polri Berhasil Identifikasi 2 Jenazah WNI Korban Gempa Turki

Berdasarkan data KBRI Khartoum, saat ini tercatat 1.209 WNI yang tinggal di Sudan. Sebagian besar dari mereka adalah pelajar dan mahasiswa.

Menyikapi status keamanan Sudan yang siaga 1, tim perlindungan WNI KBRI Khartoum hingga 20 April 2023 telah berhasil mengevakuasi 43 WNI yang terjebak di lokasi pertempuran ke tempat perlindungan di KBRI.

Baca juga:   WNI di Jepang Daftar Haji Tanpa Antre, Begini Kisahnya

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebelumnya mengatakan persiapan evakuasi WNI dari Sudan telah dikoordinasikan dengan lima perwakilan RI, yaitu yang berada di Khartoum (Sudan), Kairo (Mesir), Addis Ababa (Ethiopia), serta Riyadh dan Jeddah (Arab Saudi).

Namun, ujar Retno, evakuasi hanya bisa dilakukan jika kedua pihak yang berkonflik menyetujui adanya jeda kemanusiaan.

Jeda tersebut bisa dimanfaatkan negara-negara lain untuk menyelamatkan warganya dari Sudan atau bagi komunitas internasional untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Sudan.

Baca juga:   Ceritakan Pengalaman Sukses, Alumni SSP Hadiri Konferensi Pangan Dunia di Roma

Amerika Serikat, Inggris, dan Arab Saudi telah berhasil mengevakuasi warganya dari Sudan.

Sementara itu, Spanyol, Korea Selatan, Kuwait, dan Mesir juga telah berkoordinasi untuk menyelamatkan warga negaranya dari zona konflik di Sudan. (ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: SudanWNI


Related Posts

Penumpang Kelas Bisnis Singapore Airlines Dipenjara atas Pelecehan
HEADLINE

Penumpang Kelas Bisnis Singapore Airlines Dipenjara atas Pelecehan

25 Maret 2025
Kasus Penembakan Lima WNI di Malaysia
PASNUSANTARA

Kasus Penembakan Lima WNI di Malaysia

30 Januari 2025
Kevin Diks Masih Diusahakan Bisa Main Lawan Jepang
PASOLAHRAGA

Kevin Diks Masih Diusahakan Bisa Main Lawan Jepang

9 November 2024

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.