CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Tinjau Fasilitas,  Dinkes Lakukan Visitasi Rumah Sakit Pasundan

Nissa Ratna
16 Mei 2023
Tinjau Fasilitas,  Dinkes Lakukan Visitasi Rumah Sakit Pasundan
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, WWW.PASJABAR.COM – Tim Visitasi Izin Operasional Rumah Sakit dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, Dinkes Kota Bandung, Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) Jabar, dan DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kota Bandung melakukan visitasi ke Rumah Sakit Pasundan. Sebelumnya, tim ini juga sudah melakukan kunjungan pra visitasi beberapa bulan lalu.

RS Pasundan diproyeksikan menjadi RS pendidikan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan. RS Pasundan masuk klasifikasi rumah sakit kelas C dengan kapasitas 109 tempat tidur.

Tim visitasi yang dipimpin Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Bandung dr. Sri Erna P. Sitepu, MH.Kes. meninjau 9 unit, yaitu farmasi, pelayanan, sarana bangunan dan limbah, administrasi dan manajemen, perizinan OSS, Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), fasilitas pendukung (lab, bank darah, instalasi radiologi), SDM, dan dapur gizi.

Baca juga:   Kemenkes Minta Dinkes dan Rumah Sakit Siapkan Nakes

Direktur Ragawaluya Pasundan Medika yang juga Wakil Rektor II Unpas Dr. Ir. Yudi Garnida, M.P. menuturkan, pengembangan RS Pasundan memakan waktu kurang lebih 2 tahun.

“Kami mendapat pengalaman luar biasa, tentunya dengan terus meminta masukan dan saran, salah satunya melakukan perbaikan dari kegiatan visitasi agar RS Pasundan dapat terkelola dengan baik dan memberikan kontribusi kepada masyarakat,” tuturnya, Senin (15/5/2023).

Ia menambahkan, dalam waktu dekat, RS Pasundan juga bakal menjalani akreditasi. Sembari berjalan, RS Pasundan akan terus menambah fasilitas dan menyempurnakan sarpras, termasuk alur kerja dan penempatan ruangan berdasarkan koreksi dari tim visitasi.

Fasilitas

Sebelum pemeriksaan lapangan, Direktur RS Pasundan dr. Fery Fardian, M.MKes. menyampaikan profil rumah sakit. Ia menuturkan, untuk rumah sakit kelas C, jumlah tenaga medis yang diperlukan kurang lebih sebanyak 329 orang.

Baca juga:   Unpad Membuka Seleksi Kerja Sama, Undang Talenta Terbaik

Rumah sakit yang berlokasi di Jl. Haji Wasid No. 1, Lebak Gede, Kecamatan Coblong ini memiliki sejumlah fasilitas, di antaranya IGD, ICU, poli umum, poli penyakit dalam, rekam medis, poli spesialis, lab kemoterapi, hemodialisa, dan ruang OK (kamar operasi).

“Ada 10 poli rawat jalan, yaitu poli klinik obgyn, anak, penyakit dalam, bedah umum, orthopedi, jantung, TB DOTS, gigi dan mulut, THT, dan mata,” jelasnya.

Untuk fasilitas penunjang medis, RS Pasundan memiliki lab patologi klinik, lab patologi anaomi, bank darah, pelayanan gizi, central sterile supply department (CSSD), radiodiagnostik, farmasi, kamar jenazah dan pemulasaran, dan rekam medis.

“Karena diperuntukkan sebagai RS pendidikan, kami berencana menambah layanan neuro centre, cardiac centre, dental care centre, radiologi intervensi, training centre, dan eye centre. Training tidak hanya bagi mahasiswa FK Unpas, tapi juga SDM di luar RS,” terangnya.

Baca juga:   1.000 Orang Berpeluang jadi Mahasiswa Sarjana Terapan Unpad, Ayo Daftar!

Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Bandung dr. Sri Erna P. Sitepu, MH.Kes. mengatakan, visitasi bertujuan menyesuaikan data di lapangan dengan data yang diunggah di laman OSS (Online Single Submission) untuk perizinan rumah sakit.

“RS Pasundan merupakan rumah sakit ke-40 di Kota Bandung. Di kunjungan kedua, sudah banyak kemajuan meski masih ada yang mesti diperbaiki dan ditingkatkan. Temuan dalam visitasi akan dijadikan rekomendasi dalam penerbitan izin operasional nanti. Adapun perbaikan dari hasil temuan maksimal 6 bulan,” paparnya.

“Mudah-mudahan, RS Pasundan menjadi pionir karena di bawah yayasan pendidikan dan kebudayaan (red- Paguyuban Pasundan),” sambungnya. (*/Nis)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nissa Ratna
Tags: dinkesFK unpasRumah Sakit Pasundan


Related Posts

unpas
PASPENDIDIKAN

Hipertensi Disebut Silent Killer, Dokter Unpas Ingatkan Pemeriksaan Rutin

1 Mei 2026
gangguan lambung saat puasa
HEADLINE

REHAT : Gangguan Lambung Selama Ramadhan

12 Maret 2026
kesehatan mental Ramadhan
HEADLINE

REHAT : Kesehatan Mental di Bulan Ramadan Latih Pengendalian Diri

9 Maret 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.