CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASPENDIDIKAN

Henhen : BRIN Gagal Manfaatkan Penemuan Nikuba!

Tiwi Kasavela
11 Juli 2023
Henhen : BRIN Gagal Manfaatkan Penemuan Nikuba!

Henhen Hendrawan (ist)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM–Hadirnya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) adalah untuk menyelenggarakan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi, penyelenggaraan ketenaganukliran, dan penyelenggaraan keantariksaan yang terintegral guna menjadikan Indonesia sebagai negara yang mandiri.

Akan tetapi sayangnya BRIN malah menyepelekan temuan asli putra bangsa untuk Indonesia melesat menjadi negara yang mandiri dan kuat dalam sektor ekonomi.

Begitu terang Koordinator Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) sekaligus mahasiswa FEB Universitas Pasundan, Henhen Hendrawan.

Ia mengatakan BRIN gagal memanfaatkan penemuan Nikuba untuk memperkuat Ekonomi Indonesia.

“Hari ini negara-negara dengan PDB tertinggi di dunia tentunya tidak terlepas dari pemanfaatan bidan ilmu pengetahuan, teknologi dan riset. BRIN seharusnya mampu melihat potensi yang luar biasa dari penemuan Nikuba oleh anak bangsa ini tapi alih-alih membantu dan ikut serta pengembangan Nikuba, BRIN malah acuh akan penemuan tersebut. Ketika hasil penemuan anak bangsa di undang di Itali untuk mempresentasikan hasil temuan tersebut. barulah BRIN mengajak berkolaborasi untuk mengembangakan penemuan Nukuba ini… Itukan jadi lucu, gimana BRIN inikan,” paparnya.

Baca juga:   BRIN Minta Dosen Lakukan Riset Yang Aplikatif, Rektor Unpas: Jaga Atmosfer Akademik

Selain itu Henhen menjelaskan bahwa riset bidang Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Inovasi adalah pendorong kemajuan ekonomi suatu negara dan hal tersebut terbukti sedari dulu, Revolusi Industri 1.0 ketika penemuan mesin uap pada abad ke-18, mesin pemintal barang.

Revolusi Industri 2.0 penemuan tenaga listrik pada awal abad ke-20 mobil mulai di produksi secara masal, aelain itu pula, ditemukannya ban berjalan atau Conveyor Belt dampaknya proses produksi perusahaan dijalankan dengan sistem “line produksi”.

Baca juga:   Pemkot Bandung Selenggarakan Sekolah Rintisan

Revolusi Industri 3.0 kemajuan teknologi dan manusia menemukan mesin yang dapat berpikir secara otomatis, yakni robot dan komputer, sehingga penyebaran informasi semakin cepat. Revolusi 4.0 penggabungan teknologi otomatisasi dan cyber.

Dampak Revolusi Industri tersebut memberikan sampak luar biasa di bidang ekonomi tentunya yaitu melahirkan temuan yang dapat melancarkan proses produksi.

“Hal ini mendorong lahirnya berbagai macam perusahaan besar, kota – kota industri, lapangan pekerjaan baru sehingga mendongkrak perekonomian suatu negara yang memanfaatkan hal tersebut untuk menjadi negara yang mandiri dan kuat dalam ekonomi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Henhen menguraikan beberapa teori dan sejarah inovasi. Tahun 1950-an dikenal teori The Technology Push Theory. Teori ini mengedepankan penelitian, riset, dan penggunaan teknologi dalam membuat sebuah produk yang kelak dibutuhkan pasar.

Baca juga:   Gerhana Matahari Hibrida Terjadi 20 April, BRIN Bentuk Tiga Tim untuk Meneliti

Kemudian, di era 1960-an dikenal istilah The Market Pull Theory di mana kebutuhan pasar mendorong diciptakannya sebuah inovasi. Berikutnya pada 1970-an, populer dengan The Coupling Innovation Process Theory yang mengombinasikan kedua teori sebelumnya. 

“Ambil contoh Korea Selatan Strategi yang dilakukannya adalah mencari sumber daya, teknologi, dan pasar. Mengembangkan strategi berbasis sumber daya manusia, serta industrialisasi dengan mengedepankan inovasi yang tidak semata meniru dan hasilnya, ekonomi Korea Selatan berkembang dramatis. Pada tahun 1960 produk domestik bruto (PDB) per kapita sebesar 79 dollar AS, namun pada 2010 menjadi meroket menjadi 20,753 dollar AS”, tegas Henhen Hendrawan. (tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Tiwi Kasavela
Tags: BRINNikuba


Related Posts

Gerhana Bulan Total berikutnya akan terjadi pada Selasa (3/3/2026). Momen ini bertepatan dengan Ramadan 1447 Hijriah. Foto: Yasser Al Zayyat/AFP
HEADLINE

Fenomena Langka Blood Moon 3 Maret 2026: Gerhana Bulan Total Menghiasi Langit Indonesia di Bulan Ramadan

21 Februari 2026
unpas
PASPENDIDIKAN

LPPM Unpas – BRIN Gelar Sosialisasi Inovasi Pemberdayaan UMKM

18 Oktober 2025
asia tenggara
HEADLINE

Bandung Semakin Panas dalam Beberapa Tahun Terakhir

14 Mei 2024

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.