CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASHIBURAN

Perpusnas Writers Festival, Tingkatkan Kekuatan Literasi Indonesia

Nurrani Rusmana
7 September 2023
Perpustakaan Nasional atau Perpusnas bekerja sama dengan Museum KAA menyelenggarakan Writers Festival.

Perpustakaan Nasional atau Perpusnas bekerja sama dengan Museum KAA menyelenggarakan Writers Festival. (Foto: Humas Pemkot Bandung)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Selama tiga hari berturut-turut dari tanggal 6-8 September 2023, Perpustakaan Nasional atau Perpusnas bekerja sama dengan Museum KAA menyelenggarakan Writers Festival. Hal ini dalam rangka Bulan Literasi Asia Afrika.

Dilansir dari laman bandung.go.id, kegiatan Perpusnas Writers Festival dilakukan di dua lokasi berbeda secara bersamaan, yakni Museum KAA dan de Majestic Kota Bandung.

Kepala Biro Hukum, Organisasi, Kerjasama dan Humas Perpusnas, Sri Marganingsih menyampaikan, ada 19 acara yang akan diselenggarakan di Writers Festival. Beberapa di antaranya seperti talkshow, bedah buku, workshop dan kompetisi menulis, moving screening, musikalisasi puisi, pameran buku, pensi sastra, dan historical work.

“Kita mengangkat tema ‘Menulis, Mengukir Peradaban’. Ini pertama kalinya Perpusnas Writers Festival (PWF) dilakukan di luar Jakarta. Kota pertama yang kami pilih adalah Kota Bandung sebagai lokasi bersejarah di dunia,” ucap Sri, Rabu (6/9/2023).

Baca juga:   Adele Main Film Perdana Berjudul Cry to Heaven Karya Tom Ford

PWF bertujuan sebagai peningkatan kekuatan literasi di Indonesia. Tulisan-tulisan hasil karya peserta akan diterbitkan di Perpusnas Press.

“Karena temanya festival, jadi materi yang dibahas pun sangat beragam dari berbagai kalangan. Mulai dari penulis, seniman, hingga pemangku kebijakan. Target 1.000 orang peserta hadir selama 3 hari ke depan,” ucapnya.

Indonesia Kekurangan Ketersediaan Bahan Baca

Sementara itu, Kepala Perpusnas RI, Muhammad Syarif Bando mengungkapkan, Indonesia kekurangan ketersediaan bahan baca.

“Di Jakarta itu, satu buku untuk 90 orang. Sedangkan di luar Jakarta, satu buku ditunggu 15.000 orang. Padahal standar UNESCO itu satu buku untuk 3 orang,” ungkap Bando.

Oleh karena itu, ia berharap, melalui acara ini para generasi muda bisa memunculkan karya-karya penulisan. Terutama terkait kearifan lokal. Sehingga, bahan baca di Indonesia semakin banyak dan beragam.

Baca juga:   Wonwoo SEVENTEEN Resmi Ikut Wajib Militer Mulai 3 April

“Kami ingin menularkan virus membaca kepada masyarakat. Kami melakukan segala upaya untuk meningkatkan tingkat literasi di Indonesia,” akunya.

Sedangkan, Edukator Senior dan Kurator Museum KAA, Ginanjar Legiansyah menjelaskan, sebagai kota yang menyandang gelar ibu kota dua benua, harusnya literasi masyarakat Kota Bandung semakin ditingkatkan.

Bukan hanya dari kalangan dewasa, tingkat literasi harus mulai diasah sejak usia dini. Tentu disesuaikan dengan kategori kalangannya.

“Dari situ diharapkan bahwa kita ditantang untuk mencintai sejarah, salah satunya Konferensi Asia Afrika dengan menciptakan tulisan-tulisan atau kegiatan yang karya literasi literasi lainnya,” jelas Ginanjar.

Ia menyebutkan, untuk kalangan usia dini bisa dicoba dengan mewarnai, membuat komik, merchandise, dan buku cerita mengenai sejarah tapi dengan pendekatan anak-anak.

Baca juga:   Pentingnya Tokoh Literasi Dalam Rangka Meningkatkan Minat Baca Masyarakat

“Kalau untuk generasi muda, bisa lebih kretaif lagi literasi seperti melalui video blog. Diharapkan tentunya mulai meningkatkan awareness terhadap sejarah terutama Konferensi Asia Afrika yang telah berperan untuk memajukan ekonomi dan perdamaian dunia,” imbuhnya.

Kemudian, salah satu peserta PWF, Sella Nur mengatakan, setelah mengikuti serangkaian parade materi ia jadi lebih paham betapa pentingnya peran seorang penulis dalam mengubah peradaban.

“Tadi dapat materi, kalau menulis itu mengukir peradaban. Salah satu pematerinya Gol A Gong. Beliau mengatakan kalau menjadi penulis itu bukan pekerjaan melamun, tapi bisa membawa perubahan ke generasi-generasi selanjutnya. Semoga materi dari Writers Festival ini bisa terus saya aplikasikan ke depannya,” ungkap Sella. (*/ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: LiterasiPenulisPerpusnas Writers Festival


Related Posts

Editor Bagikan Tips Agar Naskah Penulis Dilirik Penerbit
PASKREATIF

Editor Bagikan Tips Agar Naskah Penulis Dilirik Penerbit

7 Maret 2026
Berhasil Wakili Jabar, Salsa Raih Penghargaan Karya Terbaik di Ajang Essay Competition Nasional
PASPENDIDIKAN

Berhasil Wakili Jabar, Salsa Raih Penghargaan Karya Terbaik di Ajang Essay Competition Nasional

15 Oktober 2025
Penerbit Independen, Kuasa Penulis, dan Masa Depan Literasi Indonesia
PASKREATIF

Penerbit Independen, Kuasa Penulis, dan Masa Depan Literasi Indonesia

27 Agustus 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.